Bank Indonesia Resmi Masuk Proyek Nexus Perkuat Pembayaran Global

Selasa, 03 Februari 2026 | 09:04:57 WIB
Bank Indonesia Resmi Masuk Proyek Nexus Perkuat Pembayaran Global

JAKARTA - Langkah besar diambil oleh Bank Indonesia (BI) dalam mengukuhkan posisinya di peta ekonomi digital global. Dengan semangat modernisasi sistem keuangan, bank sentral Indonesia kini tidak lagi sekadar menjadi pengamat, melainkan pemain kunci dalam inisiatif integrasi pembayaran internasional. Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret untuk meruntuhkan hambatan transaksi antarnegara yang selama ini dinilai kompleks dan mahal.

Bank Indonesia (BI) resmi bergabung dalam proyek Nexus yang diinisiasi oleh Bank for International Settlements (BIS), sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara. Keputusan ini menandai babak baru bagi infrastruktur keuangan Indonesia dalam menyongsong ekosistem pembayaran yang lebih terintegrasi secara global.

Sinergi Enam Bank Sentral untuk Konektivitas Kawasan

Indonesia tidak melangkah sendirian dalam proyek ambisius ini. BI akan turut mempersiapkan dan mengimplementasikan Nexus bersama lima bank sentral lain, yaitu Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT), dan Reserve Bank of India (RBI). Kolaborasi ini menciptakan kekuatan ekonomi yang masif di kawasan Asia, yang bertujuan untuk menyeragamkan standar transaksi instan.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat menghapus sekat-sekat birokrasi perbankan yang sering kali memperlambat arus dana internasional.

Efisiensi Remitansi dan Pendorong Perdagangan Nasional

Salah satu alasan mendasar di balik langkah strategis ini adalah profil ekonomi Indonesia yang sangat bergantung pada arus dana dari luar negeri. Ia mencatat bahwa Indonesia merupakan salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal utama pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi. Dengan adanya Nexus, beban biaya transfer yang biasanya tinggi bagi pekerja migran dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, keterhubungan pembayaran antarnegara yang semakin terpadu dan tanpa hambatan juga dapat meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di kawasan. Transaksi perdagangan lintas batas akan menjadi lebih cepat dan aman, yang pada akhirnya akan memperkuat daya saing pelaku usaha lokal di pasar internasional.

Evolusi Peran BI: Dari Observer Menjadi Anggota Penuh

Untuk diketahui, proyek dari BIS yang diinisiasi pada 2021 ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran pembayaran antar negara dengan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (instant payment systems/IPS). Proyek ini merancang jembatan teknologi yang memungkinkan sistem pembayaran di satu negara "berkomunikasi" langsung dengan sistem di negara lain tanpa perantara yang berbelit-belit.

Pada 2025, proyek Nexus telah memasuki fase implementasi yang ditandai dengan pendirian Nexus Global Payments (NGP) oleh beberapa bank sentral. BI yang sebelumnya berpartisipasi sebagai special observer, kini menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi secara penuh sebagai anggota Nexus. Sebagai langkah teknis, BI akan mengembangkan sistem pembayaran instan kebanggaan nasional, BI FAST, untuk dapat terhubung dengan Nexus. Integrasi BI FAST ini akan memungkinkan nasabah bank di Indonesia mengirim atau menerima dana dari luar negeri secepat mengirim transfer antarbank domestik.

Langkah Bank Indonesia ini diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan teknis, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital yang lebih inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia di masa depan.

Terkini