Menentukan Investasi Perak atau Emas Berdasarkan Kebutuhan dan Tujuan

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:36:50 WIB
Menentukan Investasi Perak atau Emas Berdasarkan Kebutuhan dan Tujuan

JAKARTA - Minat masyarakat terhadap investasi logam mulia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis, banyak orang mulai mencari instrumen investasi yang mampu menjaga nilai kekayaan sekaligus memberikan peluang keuntungan. 

Selama ini, emas dikenal luas sebagai primadona investasi yang stabil dan relatif aman. Namun, seiring fluktuasi harga dan berkembangnya kebutuhan industri, perak mulai dilirik sebagai alternatif investasi yang dinilai tak kalah menarik.

Perubahan minat ini mendorong munculnya pertanyaan di kalangan investor, khususnya investor pemula: di antara emas dan perak, mana yang sebenarnya lebih menguntungkan untuk dijadikan instrumen investasi? 

Perbandingan antara perak dan emas tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Diperlukan pemahaman menyeluruh terhadap karakter, risiko, serta potensi keuntungan masing-masing logam mulia sebelum mengambil keputusan.

Untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut, berikut pembahasan mengenai perbedaan emas dan perak sebagai instrumen investasi, ditinjau dari berbagai aspek penting.

Stabilitas dan Perkembangan Nilai

Dari sisi stabilitas, emas masih memegang reputasi sebagai investasi yang paling “tenang”. Harganya relatif tahan terhadap gejolak pasar, sehingga kerap disebut sebagai aset safe haven. Dalam jangka panjang, nilai emas cenderung mengalami kenaikan, terutama ketika kondisi ekonomi global dipenuhi ketidakpastian, seperti tekanan inflasi, konflik geopolitik, maupun perlambatan ekonomi.

Berbeda dengan emas, perak dikenal memiliki pergerakan harga yang jauh lebih dinamis. Harga perak dapat mengalami lonjakan atau penurunan tajam dalam waktu singkat. Hal ini tidak terlepas dari peran ganda perak, yang selain digunakan sebagai instrumen investasi, juga menjadi bahan penting dalam berbagai sektor industri, khususnya elektronik dan energi terbarukan.

Meski volatilitas perak lebih tinggi, kondisi ini justru membuka peluang keuntungan yang lebih besar. Investor yang siap menghadapi naik-turun harga dapat memanfaatkan momentum pergerakan perak untuk memperoleh imbal hasil yang lebih agresif dibandingkan emas.

Harga Pembelian dan Investasi Minimum

Dari sisi harga pembelian, emas berada di kelas premium. Nilai per gramnya jauh lebih tinggi dibandingkan perak, sehingga membutuhkan modal awal yang relatif besar. Sebagai ilustrasi, harga emas berada di kisaran Rp2.295.000 per gram, sedangkan harga perak hanya sekitar Rp26.173 per gram.

Kesenjangan harga ini membuat perak menjadi pilihan yang lebih ramah kantong, terutama bagi investor pemula yang ingin mulai berinvestasi tanpa harus menyediakan dana besar. Dengan modal terbatas, masyarakat sudah dapat memiliki aset logam mulia dalam bentuk perak.

Meski demikian, emas tetap dapat diakses oleh masyarakat dengan modal kecil. Saat ini, pembelian emas bisa dilakukan dalam ukuran kecil, bahkan mulai dari 0,01 gram. Skema ini memungkinkan siapa pun untuk berinvestasi emas secara bertahap sesuai kemampuan finansial masing-masing.

Likuiditas atau Kemudahan Jual Beli

Dalam hal likuiditas, emas masih unggul jauh dibandingkan perak. Emas sangat mudah diperjualbelikan melalui berbagai saluran, mulai dari lembaga keuangan, toko perhiasan, hingga platform digital. Ketika membutuhkan dana, emas relatif cepat dicairkan menjadi uang tunai.

Selain itu, selisih antara harga beli dan harga jual emas atau spread cenderung tipis. Kondisi ini membuat nilai investasi emas tidak banyak tergerus saat dijual kembali, sehingga tetap kompetitif bagi investor.

Sebaliknya, perak memiliki pasar yang lebih sempit dengan tingkat permintaan yang belum setinggi emas. Akibatnya, proses penjualan kembali perak sering kali membutuhkan waktu lebih lama. Selisih harga beli dan jual perak juga relatif lebih besar, sehingga perlu diperhitungkan oleh investor sejak awal.

Penyimpanan dan Kepraktisan

Kepraktisan penyimpanan menjadi salah satu keunggulan emas. Dengan nilai tinggi dalam volume kecil, emas mudah disimpan tanpa memakan banyak ruang. Sebagai gambaran, satu kilogram emas dapat bernilai hingga miliaran rupiah dan cukup disimpan dengan aman di ruang terbatas, seperti safe deposit box.

Perak memiliki tantangan tersendiri dalam hal penyimpanan. Karena harganya lebih rendah, volume fisik perak yang dibutuhkan untuk nilai investasi setara menjadi lebih besar. Hal ini membuat penyimpanannya kurang praktis dibandingkan emas.

Selain itu, perak juga lebih sensitif terhadap kondisi lingkungan. Jika tidak dirawat dengan baik, perak rentan mengalami oksidasi atau perubahan warna. Oleh karena itu, investasi perak memerlukan perhatian ekstra dalam hal penyimpanan dan perawatan agar kualitas logam tetap terjaga.

Potensi Keuntungan Investasi

Dari sisi potensi keuntungan, emas dikenal menawarkan pertumbuhan nilai yang relatif stabil. Rata-rata kenaikan harga emas berada di kisaran 8–10 persen per tahun. Hal ini menjadikan emas sebagai pilihan menarik bagi investor yang mengutamakan keamanan dan kestabilan jangka panjang.

Selain memberikan pertumbuhan nilai, emas juga berperan sebagai pelindung nilai atau hedging terhadap inflasi. Ketika daya beli uang melemah, harga emas cenderung ikut naik sehingga mampu menjaga nilai aset.

Di sisi lain, perak menyimpan potensi keuntungan yang lebih agresif dalam kondisi tertentu. Lonjakan permintaan dari sektor industri, seperti elektronik dan energi terbarukan, dapat mendorong harga perak naik signifikan. Namun, peluang keuntungan besar ini datang bersama risiko yang tidak kecil, karena pergerakan harga perak bisa sangat tajam dalam waktu singkat.

Terkini