JAKARTA - Pada Selasa, 3 Februari 2026, Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM di seluruh wilayah Indonesia.
Kebijakan ini mencakup lima jenis BBM non-subsidi, yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex. Penyesuaian dilakukan dengan mengacu pada tren harga rata-rata minyak dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Kelima jenis BBM tersebut mengalami penurunan harga di beberapa wilayah, sementara BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tetap stabil. Tujuan penyesuaian harga ini adalah untuk menjaga kestabilan harga energi sekaligus memberikan dampak minimal bagi masyarakat.
Penurunan Harga BBM di Jawa Barat
Di Jawa Barat, lima jenis BBM non-subsidi mengalami penurunan harga:
Pertamax: turun Rp550 dari Rp12.350 menjadi Rp11.800 per liter
Pertamax Green: turun Rp700 dari Rp13.150 menjadi Rp12.450 per liter
Pertamax Turbo: turun Rp700 dari Rp13.400 menjadi Rp12.700 per liter
Dexlite: turun Rp250 dari Rp13.500 menjadi Rp13.250 per liter
Pertamina Dex: turun Rp100 dari Rp13.600 menjadi Rp13.500 per liter
Sementara itu, harga BBM subsidi tidak berubah: Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Harga BBM di Pulau Sumatera
Di wilayah Sumatera, harga BBM non-subsidi juga bervariasi sesuai daerah:
Aceh
Pertamax: Rp12.100
Pertamax Turbo: Rp13.000
Pertamax Green: Rp12.450
Dexlite: Rp12.350
Pertamina Dex: Rp13.800
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Sumatera Utara
Pertamax: Rp13.000
Pertamax Turbo: Rp12.100
Dexlite: Rp13.550
Pertamina Dex: Rp13.800
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
Pertamax: Rp12.400
Pertamax Turbo: Rp13.250
Dexlite: Rp13.850
Pertamina Dex: Rp14.100
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
FTZ Batam
Pertamax: Rp11.300
Pertamax Turbo: Rp12.050
Dexlite: Rp12.550
Pertamina Dex: Rp12.800
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung
Pertamax: Rp12.100
Pertamax Turbo: Rp13.000
Dexlite: Rp13.550
Pertamina Dex: Rp13.800
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Harga BBM di Pulau Jawa
Di Pulau Jawa, harga BBM non-subsidi cenderung seragam:
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Pertamax: Rp11.800
Pertamax Turbo: Rp12.700
Pertamax Green: Rp12.450
Dexlite: Rp13.250
Pertamina Dex: Rp13.500
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Penyesuaian ini memberikan kesempatan masyarakat untuk memperoleh BBM dengan harga lebih kompetitif, terutama bagi pengguna kendaraan non-subsidi yang menggunakan Pertamax dan Pertamax Turbo.
Harga BBM di Bali dan Nusa Tenggara
Di wilayah timur Pulau Jawa dan sekitarnya:
Bali, NTB, NTT
Pertamax: Rp11.800 – Rp12.100
Pertamax Turbo: Rp12.700 – Rp13.000
Pertamax Green: Rp12.450
Dexlite: Rp13.250 – Rp13.550
Pertamina Dex: Rp13.500 – Rp13.800
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Harga BBM di wilayah ini masih stabil dan menyesuaikan dengan distribusi logistik yang relatif lancar.
Harga BBM di Kalimantan
Provinsi Kalimantan mengalami variasi harga yang moderat:
Kalimantan Barat, Tengah, Timur
Pertamax: Rp12.100
Pertamax Turbo: Rp13.000 – Rp13.250
Dexlite: Rp13.550 – Rp13.850
Pertamina Dex: Rp13.800 – Rp14.100
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Kalimantan Selatan, Utara
Pertamax: Rp12.400
Pertamax Turbo: Rp13.250
Dexlite: Rp13.850
Pertamina Dex: Rp14.100
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Harga BBM di Sulawesi dan Maluku
Sulawesi dan Maluku menunjukkan harga BBM non-subsidi yang relatif stabil:
Sulawesi Utara, Gorontalo, Tengah, Tenggara, Selatan, Barat
Pertamax: Rp12.100
Pertamax Turbo: Rp13.000
Dexlite: Rp13.800
Pertamina Dex: Rp13.800
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Maluku, Maluku Utara
Pertamax: Rp12.100 – Rp12.650
Dexlite: Rp13.550
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Harga BBM di Papua
Papua dan sekitarnya mengikuti tren harga regional:
Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya
Pertamax: Rp12.000
Pertamax Turbo: Rp13.000
Dexlite: Rp13.550
Pertamina Dex: Rp13.800
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Penyesuaian ini menunjukkan konsistensi Pertamina dalam menjaga ketersediaan dan harga BBM di seluruh Indonesia, termasuk wilayah paling timur.
Secara keseluruhan, penyesuaian harga BBM Pertamina per 3 Februari 2026 menekankan pada penurunan harga BBM non-subsidi di beberapa wilayah. Penyesuaian ini diharapkan membantu pengguna kendaraan pribadi dan angkutan umum untuk tetap mendapatkan BBM dengan harga kompetitif.
Sementara itu, BBM bersubsidi tetap stabil sehingga masyarakat menengah ke bawah tetap memperoleh manfaat dari harga pemerintah yang terjangkau. Penyesuaian harga ini mencerminkan respons Pertamina terhadap tren global dan menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat secara nasional.