Prospek Bisnis Mal Metland Dukung Pertumbuhan Stabil Tahun 2026

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:49:41 WIB
Prospek Bisnis Mal Metland Dukung Pertumbuhan Stabil Tahun 2026

JAKARTA - Bisnis pusat perbelanjaan menjadi salah satu sektor yang tetap mendapat perhatian serius di tahun 2026. 

PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland menilai prospek bisnis mal masih berada dalam tren positif dan cukup stabil. Hal ini didukung oleh terbatasnya pasokan mal baru di Jakarta dan tingginya tingkat okupansi mal yang sudah beroperasi.

Minimnya suplai mal baru di ibu kota menjadi faktor utama yang menjaga permintaan sewa tetap tinggi. Olivia Surodjo, Direktur Metropolitan Land, mengatakan, “MTLA melihat prospek bisnis mal di 2026 masih positif dan cenderung stabil.” Kondisi ini menjadi sinyal baik bagi pengelola mal eksisting yang ingin meningkatkan kinerja pusat perbelanjaannya.

Tingginya aktivitas masyarakat di mal-mal yang sudah ada memberikan peluang bagi pengelola untuk terus mengoptimalkan aset yang mereka miliki. 

Dengan basis pengunjung yang kuat, mal-mal ini dapat mempertahankan daya tariknya dan menarik minat tenant baru. Terbatasnya suplai mal baru membuka ruang bagi pengelola mal eksisting untuk terus berinovasi.

Penguatan Tenant dan Pembaruan Konsep Pusat Perbelanjaan

Metland menyadari bahwa menjaga relevansi mal sangat penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Oleh karena itu, perusahaan fokus pada peningkatan kualitas tenant di pusat perbelanjaannya. Olivia menegaskan bahwa penguatan tenant menjadi strategi utama agar mal tetap kompetitif.

Selain itu, pembaruan konsep pusat perbelanjaan menjadi langkah penting untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku konsumen. Pengalaman berbelanja kini menjadi aspek yang semakin diperhatikan oleh masyarakat. “Terbatasnya pasokan mal baru di Jakarta membuka peluang bagi mal existing untuk terus dioptimalkan,” ujar Olivia.

Pembaharuan konsep ini tidak hanya menyasar interior mal, tetapi juga program promosi dan pelayanan yang dapat menarik lebih banyak pengunjung. Tenant yang berkualitas dan konsep yang segar diyakini mampu meningkatkan tingkat okupansi dan memaksimalkan pendapatan. Hal ini menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan bisnis mal Metland.

Kinerja Keuangan yang Mendukung Optimisme

Hingga kuartal ketiga 2025, Metland mencatat pendapatan pra-penjualan sebesar Rp 1,34 triliun. Jumlah ini setara dengan 67 persen dari target marketing sales tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 2 triliun. Segmen residensial menjadi penyumbang utama pendapatan perusahaan dengan kontribusi 64 persen.

Sementara itu, segmen pusat perbelanjaan, hotel, dan pusat rekreasi memberikan kontribusi sebesar 36 persen. Proyek-proyek utama seperti Metland Cibitung dan Metland Menteng menjadi kontributor penjualan terbesar. Olivia menjelaskan bahwa kinerja keuangan yang solid menunjukkan keberhasilan strategi perusahaan dalam mengelola portofolio asetnya.

“Pendapatan kami ditopang oleh residensial dan pusat perbelanjaan, hotel, serta pusat rekreasi,” tambah Olivia. 

Keberhasilan ini memberi dasar kuat bagi Metland untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan bisnis di masa depan. Dengan dukungan kinerja yang baik, perusahaan semakin percaya diri menghadapi tahun 2026.

Selektivitas dalam Ekspansi dan Optimalisasi Aset

Meski mulai ada pertumbuhan pasokan mal baru di kawasan Bodetabek, Metland tetap memilih sikap hati-hati dalam melakukan ekspansi. Perusahaan lebih memprioritaskan pengoptimalan aset yang sudah ada untuk menjaga pendapatan yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar risiko investasi dapat diminimalisasi.

Olivia menegaskan bahwa pengembangan mal baru akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, potensi lokasi, dan peluang sinergi bisnis. 

“Pengembangan mal baru akan dipertimbangkan secara hati-hati dengan melihat peluang sinergi yang memberi nilai tambah,” katanya. Langkah ini penting agar ekspansi memberikan manfaat optimal bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.

Strategi selektif ini juga membantu perusahaan fokus pada kualitas daripada kuantitas pengembangan mal. Optimalisasi aset yang sudah beroperasi akan terus diupayakan agar kinerja pusat perbelanjaan tetap stabil dan berkembang. Dengan demikian, Metland dapat mempertahankan posisinya di pasar properti yang semakin kompetitif.

Optimisme Metland dalam Menghadapi Masa Depan Bisnis

Metland optimistis dapat menghadapi berbagai tantangan bisnis mal dengan strategi yang matang dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar. 

Perusahaan percaya penguatan tenant dan pembaruan konsep pusat perbelanjaan menjadi kunci utama menjaga daya saing. Olivia menyampaikan bahwa langkah ini sangat penting agar bisnis mal tetap relevan.

Selain itu, manajemen Metland akan terus memantau kondisi pasar dan tren konsumen agar keputusan bisnis tetap tepat sasaran. 

Dukungan dari segmen residensial dan pusat perbelanjaan menjadi pilar kuat bagi pertumbuhan perusahaan. “Fokus perusahaan adalah mengoptimalkan kinerja mal yang telah beroperasi agar memberikan kontribusi berkelanjutan,” tutup Olivia.

Dengan strategi tersebut, Metland siap melanjutkan pertumbuhan yang stabil dan memperkuat posisinya di industri properti Indonesia. 

Optimisme ini menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan dan dinamika pasar di tahun-tahun mendatang. Perusahaan terus berkomitmen memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham dan pelanggan.

Terkini