BPJS Kesehatan Luncurkan Inovasi AI Meningkatkan Pelayanan JKN Digital

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:49:48 WIB
BPJS Kesehatan Luncurkan Inovasi AI Meningkatkan Pelayanan JKN Digital

JAKARTA - BPJS Kesehatan terus berupaya melakukan transformasi digital untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Inovasi terbaru berupa Smart Integrated Solution Customer Assistant (SISCA) JKN hadir sebagai asisten digital berbasis artificial intelligence (AI) di Aplikasi Mobile JKN.

Peluncuran SISCA JKN menjadi langkah strategis dalam memberikan kemudahan akses informasi dan pelayanan responsif kepada peserta. Dengan bantuan AI, interaksi peserta dengan layanan BPJS dapat berlangsung secara lebih cepat dan efisien tanpa mengurangi kualitas.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa teknologi AI bukan menggantikan peran manusia, tetapi sebagai alat bantu memperkuat peran SDM. “Transformasi digital ini sangat penting untuk menjaga mutu layanan dan menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Ghufron menambahkan bahwa selain regulasi dan tata kelola, pemanfaatan teknologi dan data adalah fondasi utama pengambilan keputusan. Digitalisasi layanan BPJS Kesehatan diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh bagi seluruh peserta JKN.

Pengembangan dan Penyempurnaan Sistem AI

Selain SISCA JKN, BPJS juga mengembangkan beberapa inovasi AI lain yang mendukung pengelolaan program. Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, menjelaskan bahwa SISCA akan terus disempurnakan untuk meningkatkan akurasi jawaban dan memperluas cakupan informasi.

Peningkatan kualitas interaksi dengan pengguna menjadi fokus utama pengembangan sistem ini agar dapat membantu peserta secara optimal. Selain itu, BPJS juga menghadirkan SmartClaim JKN yang berfungsi mempercepat verifikasi klaim dengan bantuan AI.

SmartClaim JKN membantu verifikator memfokuskan pemeriksaan pada klaim yang membutuhkan perhatian khusus. Sistem ini mendukung otomatisasi proses administrasi dan klaim, sehingga mempercepat pelayanan dan meningkatkan akuntabilitas.

Edwin menjelaskan bahwa meski masih memerlukan keterlibatan verifikator, SmartClaim terus dikembangkan agar dapat mengurangi beban kerja manual. Dengan demikian, pengawasan dan mitigasi risiko kecurangan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Manfaat Teknologi AI bagi Proses Klaim dan Pelayanan

Kehadiran AI dalam proses klaim membuat verifikasi menjadi lebih cepat dan akurat. Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menyampaikan bahwa teknologi ini juga mampu mendeteksi potensi kecurangan secara dini di fasilitas kesehatan.

“Dengan AI, pekerjaan verifikasi klaim jadi lebih mudah dan bisa dikerjakan dengan waktu yang singkat namun tetap akurat,” ungkap Abdul Kadir. Peserta juga diuntungkan dengan kemudahan mendapatkan informasi tanpa harus datang ke kantor cabang secara langsung.

Teknologi ini memangkas birokrasi dan mempercepat proses pelayanan sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik kepada peserta JKN. Dengan sistem AI, BPJS Kesehatan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan cepat dan transparan.

AI juga membantu mempercepat pengambilan keputusan dengan data yang lebih lengkap dan akurat. Hal ini memungkinkan BPJS untuk terus meningkatkan kualitas layanan di berbagai bidang, dari klaim hingga pengelolaan data peserta.

Respons Positif Masyarakat dan Advokasi Layanan

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menyambut baik kemajuan yang dilakukan BPJS Kesehatan dalam mengadopsi teknologi AI. Ia menilai inovasi ini membawa kemudahan akses layanan kesehatan dan informasi bagi masyarakat luas.

“Ini sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan dan informasi secara lebih mudah dan cepat,” ujarnya. Timboel berharap inovasi ini bisa terus dikembangkan sebagai bagian dari amanat undang-undang yang mengatur JKN.

Ia juga menekankan pentingnya fasilitas kesehatan untuk menyesuaikan diri dengan teknologi agar layanan semakin maksimal. “Semakin banyak peserta JKN, pelayanan harus semakin baik dan responsif terhadap perkembangan teknologi,” tambahnya.

Dukungan masyarakat dan lembaga advokasi ini menjadi energi positif bagi BPJS untuk terus berinovasi demi kesejahteraan peserta JKN. Kolaborasi antara teknologi dan manusia diharapkan memperkuat sistem kesehatan nasional yang inklusif.

Membangun Masa Depan Pelayanan Kesehatan Berbasis Teknologi

Inovasi berbasis AI menandai era baru dalam pengelolaan layanan kesehatan nasional yang lebih modern dan efisien. BPJS Kesehatan berkomitmen menjadikan transformasi digital sebagai kunci utama dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pengembangan berkelanjutan terhadap SISCA dan sistem AI lainnya adalah wujud komitmen BPJS menjaga kepercayaan peserta dan meningkatkan mutu layanan. Dengan dukungan teknologi, BPJS berharap mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Di masa depan, layanan kesehatan digital akan semakin menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan demikian, program JKN akan lebih mudah diakses, transparan, dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan merata ke seluruh pelosok negeri.

Transformasi digital ini juga mendorong pengelolaan data dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat sasaran. BPJS Kesehatan siap melangkah ke depan dengan teknologi sebagai pondasi memperkuat sistem jaminan sosial kesehatan nasional.

Terkini