Revolusi Nirawak: Truk Listrik Cerdas Ubah Wajah Pertambangan China

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:36:52 WIB
Revolusi Nirawak: Truk Listrik Cerdas Ubah Wajah Pertambangan China

JAKARTA - Di jantung Provinsi Shanxi, China utara, pemandangan industri yang dulunya didominasi oleh deru mesin diesel dan kepulan debu kini telah bertransformasi menjadi laboratorium teknologi tingkat tinggi yang senyap. Truk-truk bertenaga listrik murni melaju dengan presisi di atas medan tambang batu kapur tanpa ada seorang pun di balik kemudi. Fenomena ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan bukti nyata dari pergeseran paradigma menuju "pertambangan cerdas" yang memadukan otomasi radikal dengan ambisi rendah karbon.

Investasi Besar demi Efisiensi dan Keselamatan Kerja

Salah satu pelopor dalam transisi ini adalah Yangquan Jidong Cement Co., Ltd. Sejak tahun 2020, perusahaan ini telah menginvestasikan lebih dari 60 juta yuan (sekitar 8,62 juta dolar AS) untuk membangun ekosistem tambang pintar. Dana tersebut dialokasikan untuk mengintegrasikan sistem digital dan pengoperasian cerdas guna menghilangkan risiko kesalahan manusia yang sering kali berujung fatal di area pertambangan.

Kepala Departemen Operasi Tambang perusahaan, Li Yangyang, mengungkapkan bahwa keunggulan utama dari fasilitas mereka saat ini adalah sistem kemudi otonomos yang sepenuhnya didukung oleh jaringan 5G. Dengan delapan unit truk listrik otonomos yang beroperasi secara kontinu, proses pengangkutan material kini berlangsung tanpa awak. Penggunaan kendaraan listrik ini tidak hanya menekan biaya operasional secara signifikan, tetapi juga secara drastis mengurangi emisi gas buang dan risiko kecelakaan di area kerja yang berbahaya.

Integrasi Jaringan 5G dan Kendali Jarak Jauh

Transformasi serupa juga merambah sektor batu bara, seperti yang terlihat di tambang terbuka Shuozhou. Di sini, sembilan truk otonomos beroperasi dalam harmoni di bawah naungan jaringan 4G dan 5G yang terintegrasi. Teknologi ini memungkinkan sistem pengendalian pusat untuk melakukan penjadwalan kendaraan secara otomatis, memantau penggunaan energi secara real-time, hingga mencegah tabrakan antar-unit melalui sensor pelacakan lokasi.

Penerapan teknologi ini menciptakan kondisi kerja yang sepenuhnya baru, di mana pengoperasian tambang dapat dikendalikan dari jarak jauh tanpa harus menempatkan pekerja di lingkungan yang berisiko tinggi. Para ahli industri mencatat bahwa truk otonomos adalah salah satu aplikasi teknologi yang paling cepat berkembang dan paling efektif dalam mendukung konstruksi tambang cerdas di China saat ini.

Loncatan Eksponensial dalam Lima Tahun Terakhir

Pertumbuhan penggunaan kendaraan otonomos di sektor pertambangan China menunjukkan kurva yang sangat tajam. Menurut Wang Danshi, Sekretaris Jenderal cabang Informatisasi Asosiasi Batu Bara Nasional China, jumlah unit otonomos yang beroperasi melonjak dari hanya 88 unit pada tahun 2020 menjadi lebih dari 4.000 unit pada tahun 2025.

Perubahan ini didorong oleh kebijakan pemerintah yang semakin ketat terkait keselamatan produksi. Pengetatan regulasi ini memaksa industri pertambangan, yang selama puluhan tahun identik dengan kerja kasar dan kondisi lingkungan yang ekstrem, untuk melakukan revolusi teknologi. Perpaduan antara sumber daya fosil yang "kuno" dengan sistem otomatisasi modern kini menjadi wajah baru industri energi China.

Peta Jalan Menuju Netralitas Karbon 2060

Ambisi pertambangan cerdas ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari target iklim nasional China. Pemerintah China telah menetapkan visi ambisius untuk mencapai puncak emisi karbon sebelum 2030 dan mewujudkan netralitas karbon pada 2060. Dukungan kebijakan dari Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) telah menetapkan target agar seluruh tambang batu bara di negara itu mencapai operasi cerdas dasar pada tahun 2035.

Visi ini menekankan integrasi kecerdasan buatan (AI) dan Industrial Internet of Things (IoT) ke dalam jalur produksi. Laporan industri yang dirilis pada Mei 2025 memperkirakan bahwa nilai pasar penambangan pintar di China akan melampaui angka fantastis sebesar 120 miliar yuan per 2035, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata di atas 10 persen.

Shanxi sebagai Episentrum Transformasi Energi

Sebagai salah satu provinsi produsen batu bara terbesar, Shanxi telah menjadi garis depan dalam transisi energi ini. Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), provinsi ini telah sukses membangun 400 tambang batu bara cerdas dan berencana menambah 60 unit lagi pada tahun ini. Komitmen ini tidak hanya mengubah cara penambangan dilakukan, tetapi juga mengubah struktur energi wilayah tersebut.

Pada tahun 2025, tercatat sebuah pencapaian bersejarah di mana kapasitas terpasang dari energi baru dan energi bersih di Shanxi untuk pertama kalinya melampaui kapasitas terpasang dari tenaga batu bara konvensional. Melalui penerapan truk listrik otonomos dan sistem digital, China membuktikan bahwa industri tradisional tetap dapat relevan di era modern dengan bertransformasi menjadi lebih hijau, lebih aman, dan jauh lebih efisien.

Terkini