IHSG Berpotensi Menguat Selasa 10 Februari 2026, Ini Rekomendasi Saham

Selasa, 10 Februari 2026 | 09:06:08 WIB
IHSG Berpotensi Menguat Selasa 10 Februari 2026, Ini Rekomendasi Saham

JAKARTA - Perdagangan pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan pada Selasa, 10 Februari 2026. 

Setelah mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren positifnya. 

Pergerakan indeks yang tetap bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka panjang memberikan optimisme bagi pelaku pasar, meski kewaspadaan terhadap potensi koreksi tetap diperlukan.

IHSG pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026, melesat 1,22 persen ke posisi 8.031 dan disertai dengan munculnya volume pembelian yang cukup kuat. 

Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada di atas moving average (MA) 200 harian, yang kerap dijadikan indikator tren jangka panjang. Kondisi ini membuka ruang bagi IHSG untuk kembali menguji area resistance terdekat pada perdagangan hari ini.

Namun demikian, analis mengingatkan bahwa volatilitas pasar masih berpotensi terjadi. Dengan sentimen global yang belum sepenuhnya kondusif, strategi selektif dan disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci bagi investor dalam mencermati peluang di pasar saham.

Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menuturkan bahwa IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek. Menurutnya, indeks berpotensi menguji area 8.028 hingga 8.102 sekaligus menutup celah harga atau gap yang masih tersisa. 

Meski demikian, ia mengingatkan investor untuk tetap mewaspadai peluang koreksi yang dapat membawa IHSG turun ke kisaran 7.785 hingga 7.904.

Herditya juga memaparkan level teknikal penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Untuk area support, IHSG diperkirakan berada di level 7.712 dan 7.547. Sementara itu, level resistance berada di kisaran 8.214 hingga 8.354. Level-level ini dapat menjadi acuan investor dalam menentukan strategi masuk maupun keluar dari pasar.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas disebutkan bahwa IHSG berpotensi menguat secara terbatas. 

Dalam kajian tersebut, level support dan resistance IHSG diperkirakan berada pada rentang 7.800 hingga 8.320. Proyeksi ini menunjukkan bahwa ruang penguatan masih terbuka, meskipun pergerakan indeks diperkirakan tidak terlalu agresif.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Seiring dengan proyeksi penguatan IHSG, sejumlah analis juga memberikan rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati. Herditya Wicaksana merekomendasikan beberapa saham, yakni PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

Di sisi lain, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), serta PT Harum Energy Tbk (HRUM) sebagai saham yang berpotensi menarik pada perdagangan hari ini. Rekomendasi tersebut didasarkan pada analisis teknikal dan pergerakan harga terkini masing-masing saham.

Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi referensi awal bagi investor, khususnya dalam menyusun strategi perdagangan jangka pendek. Meski demikian, analis tetap menekankan pentingnya melakukan analisis lanjutan sebelum mengambil keputusan investasi.

Rekomendasi Teknikal Saham Pilihan

Untuk saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), saham ini menguat 5,30 persen ke level 1.690 dan didominasi oleh volume pembelian. Herditya menyebutkan bahwa dalam skenario terbaik, posisi ARCI sedang berada di awal wave [iii] dari wave 5. 

Rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness di kisaran 1.600–1.660, dengan target price 1.745 dan 1.980, serta stoploss di bawah 1.540.

Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 2,28 persen ke level 7.500 dan masih didominasi tekanan jual. 

Herditya memperkirakan posisi BBCA sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1. Untuk saham ini, rekomendasi buy on weakness berada di kisaran 6.975–7.325, dengan target price 7.750 dan 8.525, serta stoploss di bawah 6.750.

Untuk saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), harga saham menguat 2,99 persen ke level 1.035 dan disertai volume pembelian. 

Herditya menuturkan bahwa posisi HRUM saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C. Rekomendasi buy on weakness berada di rentang 885–995, dengan target price 1.085 dan 1.190, serta stoploss di bawah 870.

Adapun saham PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) menguat 2 persen ke level 2.550 dan juga didukung oleh volume pembelian. 

Menurut Herditya, posisi JPFA diperkirakan berada di akhir wave (4) dari wave [C]. Rekomendasi buy on weakness untuk saham ini berada di kisaran 2.380–2.490, dengan target price 2.670 dan 2.840, serta stoploss di bawah 2.320.

Penutupan IHSG dan Pergerakan Sektor Saham

Sebelumnya, IHSG menunjukkan pergerakan yang cukup bergejolak, namun mampu melanjutkan penguatan signifikan pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026. IHSG berhasil kembali ke level 8.000 di tengah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta mayoritas sektor saham yang bergerak di zona hijau.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup melonjak 1,22 persen ke posisi 8.031,87. Indeks saham LQ45 juga naik 0,66 persen ke level 820,94. Pada perdagangan tersebut, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.031,87 dan terendah 7.883. Sebanyak 433 saham tercatat menguat, 252 saham melemah, dan 136 saham bergerak stagnan.

Herditya Wicaksana menyampaikan bahwa penguatan IHSG didorong oleh sektor saham energi, basic, dan siklikal. Selain itu, pergerakan saham emiten-emiten konglomerasi turut memberikan kontribusi positif. 

Ia juga menambahkan bahwa rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menguat di level 127 dibandingkan 123,5 sebelumnya turut menopang sentimen pasar.

Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.273.043 kali, dengan volume perdagangan mencapai 40,7 miliar saham dan nilai transaksi harian sebesar Rp17,9 triliun. Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.798. 

Dari 11 sektor saham, sembilan sektor menghijau dan dua sektor melemah, yakni sektor kesehatan yang turun 0,23 persen dan sektor keuangan yang turun 0,19 persen. Sementara itu, sektor basic mencatat kenaikan terbesar sebesar 4,41 persen.

Terkini