INET Restrukturisasi Kerja Sama dengan Grup WIFI Demi Perluas Jangkauan

Rabu, 01 April 2026 | 11:16:18 WIB
INET Restrukturisasi Kerja Sama dengan Grup WIFI Demi Perluas Jangkauan

JAKARTA - Langkah strategis ditempuh PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk dalam memperkuat posisinya di industri infrastruktur digital. 

Pada awal 2026, perusahaan melakukan penyesuaian struktur kerja sama layanan IP Transit dengan grup PT Solusi Sinergi Digital Tbk. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan potensi bisnis dalam ekosistem yang lebih besar.

Alih-alih bekerja sama melalui entitas anak seperti sebelumnya, kolaborasi kini dilakukan langsung dengan entitas induk. Pergeseran ini dinilai memberikan ruang ekspansi yang lebih luas bagi INET dalam memanfaatkan peluang di sektor konektivitas digital yang terus berkembang.

Perubahan Skema Kerja Sama ke Tingkat Induk Usaha

Restrukturisasi kerja sama ini ditandai dengan pengalihan mitra dari PT Integrasi Jaringan Ekosistem ke PT Jaringan Infra Andalan. Dengan skema baru ini, cakupan layanan yang dapat dimanfaatkan menjadi jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Jika sebelumnya layanan hanya terfokus pada jaringan Fiber to the Home (FTTH), kini INET dapat menjangkau layanan tambahan seperti Fixed Wireless Access (FWA). Diversifikasi ini membuka peluang baru dalam pemanfaatan bandwidth, sekaligus memperluas spektrum layanan yang bisa ditawarkan ke pasar.

Mengacu pada laporan keuangan audited 2025, perubahan tersebut tercatat sebagai novasi kontrak. Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian struktur kerja sama yang dirancang untuk memperkuat posisi INET sebagai pemasok bandwidth utama dalam ekosistem grup.

Perluasan Akses dan Integrasi Lini Bisnis

Manajemen menjelaskan bahwa kerja sama di tingkat induk membuka akses ke berbagai lini bisnis yang sebelumnya tidak terjangkau. Saat masih bekerja sama dengan entitas anak, layanan INET terbatas pada kebutuhan FTTH saja.

Kini, dengan terhubung langsung ke induk usaha, INET dapat mendukung kebutuhan bandwidth untuk layanan FWA yang dikelola oleh entitas lain dalam grup. Kondisi ini dinilai mampu meningkatkan utilisasi jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan skala bisnis.

Baca Juga: Usai Diakuisisi INET, Begini Strategi PADA Membalik Rugi Jadi Laba

Selain itu, integrasi yang lebih luas dalam ekosistem PT Jaringan Infra Andalan memungkinkan sinergi antar entitas berjalan lebih optimal. Hal ini berpotensi menciptakan efisiensi operasional serta memperbesar peluang monetisasi layanan.

Penyesuaian Kontrak dan Pengembalian Dana

Dalam proses restrukturisasi ini, terdapat sejumlah penyesuaian kontrak yang dilakukan kedua belah pihak. Pada 2 Januari 2026, INET dan PT Integrasi Jaringan Ekosistem sepakat membatalkan perjanjian fiber optik yang telah berjalan sebelumnya.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, INET menerima kembali uang jaminan sebesar Rp 61 miliar. Selanjutnya, entitas anak INET yakni PT Pusat Fiber Indonesia juga mengakhiri layanan IP Transit dengan entitas yang sama pada Februari 2026.

Dalam proses itu, PT Pusat Fiber Indonesia turut mengembalikan uang muka sebesar Rp 48,51 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari transisi menuju skema kerja sama baru yang lebih terintegrasi.

Baca Juga: Surge (WIFI) Ubah Dana Rights Issue Alihkan Dana untuk Ekspansi Internet FWA

Sebagai pengganti, pada 6 Februari 2026, PT Pusat Fiber Indonesia menandatangani addendum perjanjian dengan PT Jaringan Infra Andalan. Dalam kontrak baru tersebut, nilai uang jaminan meningkat signifikan menjadi Rp 269,23 miliar.

Strategi Jangka Panjang dan Peluang Pertumbuhan

Manajemen menegaskan bahwa langkah ini bukan merupakan penghentian kerja sama, melainkan penyesuaian struktur bisnis agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Fokus utama dari perubahan ini adalah memperluas integrasi layanan dalam satu ekosistem yang lebih besar.

Dengan struktur baru, INET kini memiliki keterhubungan tidak langsung dengan berbagai entitas di bawah PT Jaringan Infra Andalan. Hal ini membuka peluang peningkatan nilai komersial, seiring dengan bertambahnya potensi pelanggan dan kebutuhan layanan.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi INET dalam rantai pasok infrastruktur digital, khususnya sebagai penyedia bandwidth. Dengan utilisasi jaringan yang lebih optimal, perusahaan berpeluang meningkatkan efisiensi sekaligus memperbesar pendapatan di masa mendatang.

Ke depan, restrukturisasi ini menjadi fondasi penting bagi INET untuk menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang. Di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas digital, strategi integrasi dalam ekosistem yang lebih luas dinilai menjadi kunci dalam menjaga daya saing perusahaan.

Terkini