JAKARTA - Harga BBM Pertamina pada Minggu, 5 April 2026 tetap stabil di seluruh Indonesia.
Meskipun sempat muncul kabar kenaikan harga pada 1 April 2026, Pertamina menegaskan tidak ada penyesuaian harga sesuai arahan pemerintah.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV, menyatakan, “Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM.” Pernyataan ini memastikan masyarakat tetap mendapatkan harga BBM sesuai regulasi tanpa adanya lonjakan mendadak di SPBU.
Langkah stabilisasi harga ini penting di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang dapat memengaruhi selisih antara harga keekonomian dan harga jual BBM non-subsidi di SPBU.
Selisih Harga Ditanggung Pertamina
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa Pertamina akan menanggung selisih harga antara harga pasar dan harga jual BBM nonsubsidi yang tidak naik per April 2026. Kebijakan ini diterapkan agar masyarakat tetap mendapat harga BBM yang wajar meskipun harga minyak dunia melonjak.
“Sementara sepertinya (ditanggung) Pertamina. Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar. Yang kompensasi kan sekarang kita bayar setiap bulan, 70 persen terus-terusan,” ujar Purbaya.
Pendekatan ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan Pertamina untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan likuiditas perusahaan tetap terjaga. Percepatan pembayaran kompensasi dari pemerintah menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan strategi ini.
Daftar Harga BBM 5 April 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina di beberapa wilayah Indonesia per 5 April 2026:
Aceh dan Sumatera Utara
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp12.600/liter
Pertamax Turbo: Rp13.350/liter
Dexlite: Rp14.500/liter
Pertamina Dex: Rp14.800/liter
Solar: Rp6.800/liter
Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp11.550/liter
Dexlite: Rp13.250/liter
Solar: Rp6.800/liter
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp12.900/liter
Pertamax Turbo: Rp13.650/liter
Dexlite: Rp14.800/liter
Pertamina Dex: Rp15.100/liter
Solar: Rp6.800/liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp12.300/liter
Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
Dexlite: Rp14.200/liter
Pertamina Dex: Rp14.500/liter
Solar: Rp6.800/liter
Bali, Nusa Tenggara Barat
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp12.300/liter
Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
Dexlite: Rp14.200/liter
Pertamina Dex: Rp14.500/liter
Solar: Rp6.800/liter
Harga BBM di wilayah lain juga menyesuaikan dengan kondisi regional, namun tetap stabil tanpa kenaikan per 5 April 2026.
Dampak Kebijakan Terhadap Masyarakat
Kebijakan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang menggunakan BBM nonsubsidi. Dengan harga BBM yang tetap, pengeluaran untuk transportasi lebih mudah dikontrol, meskipun harga minyak dunia sedang naik.
Selain itu, langkah ini membantu menjaga stabilitas ekonomi regional, karena harga BBM yang tinggi biasanya berdampak pada biaya transportasi, distribusi logistik, dan harga barang kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat juga mendapatkan kepastian terkait ketersediaan BBM di SPBU. Pertamina memastikan pasokan cukup dan distribusi BBM berjalan lancar di seluruh wilayah, sehingga tidak terjadi antrean panjang atau kelangkaan bahan bakar.
Penegasan Peran Pemerintah dan Pertamina
Langkah Pertamina menahan harga BBM sekaligus menanggung selisih harga menegaskan peran penting pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan Pertamina menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi harga minyak dunia.
“Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah,” ucap Roberth MV. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa penetapan harga BBM selalu berpedoman pada keputusan pemerintah.
Dengan dukungan likuiditas yang terjaga dan kompensasi rutin dari pemerintah, Pertamina mampu menahan harga BBM, memastikan masyarakat tidak terbebani kenaikan harga sementara kondisi global masih fluktuatif.
Secara keseluruhan, harga BBM Pertamina pada 5 April 2026 tetap stabil di seluruh Indonesia. Kebijakan menahan harga dan menanggung selisih oleh Pertamina menunjukkan komitmen menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, serta memastikan pasokan BBM tetap tersedia di semua wilayah.