Jawa Timur Gandeng Uzbekistan Kembangkan Wisata Religi dan Pertukaran Budaya

Senin, 06 April 2026 | 08:44:38 WIB
Jawa Timur Gandeng Uzbekistan Kembangkan Wisata Religi dan Pertukaran Budaya

JAKARTA - Upaya memperluas jejaring internasional terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, salah satunya melalui penguatan hubungan dengan Uzbekistan.

Fokus utama kerja sama ini tidak hanya pada aspek diplomasi formal, tetapi juga diarahkan pada pengembangan budaya dan wisata religi yang dinilai memiliki potensi besar untuk mempererat hubungan antarmasyarakat kedua wilayah.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk membuka peluang baru di sektor pariwisata sekaligus memperkuat konektivitas lintas negara. Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat, khususnya dalam kegiatan ziarah dan pertukaran budaya, dapat semakin meningkat.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev, serta Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan di Surabaya, Minggu, mengatakan pertemuan tersebut juga dihadiri unsur ulama dan akademisi dari kedua pihak.

“Delegasi Uzbekistan hadir lengkap, termasuk imam Masjid Imam Bukhari dan akademisi. Kami juga mengundang alim ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur,” katanya.

Kedekatan Sejarah Jadi Fondasi Kerja Sama

Hubungan antara Jawa Timur dan Samarkand tidak hanya bersifat diplomatis, tetapi juga memiliki akar historis dan spiritual yang kuat. Kedekatan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa kerja sama di bidang wisata religi dinilai sangat potensial untuk dikembangkan.

Khofifah menekankan Jawa Timur dan Samarkand memiliki kedekatan historis dan spiritual, terutama melalui keterkaitan dengan ulama besar dalam sejarah Islam.

Menurut dia, hubungan tersebut dapat menjadi dasar pengembangan wisata religi, termasuk potensi ziarah ke makam Imam Bukhari di Uzbekistan.

“Ini berpotensi menjadi daya tarik baru bagi masyarakat Jawa Timur untuk wisata religi,” ujarnya.

Ia menambahkan keterkaitan historis juga dapat ditelusuri melalui tokoh penyebar Islam di Nusantara seperti Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim yang memiliki hubungan dengan wilayah Samarkand.

Dorongan Pengembangan Wisata Religi Internasional

Potensi wisata religi menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus dalam kerja sama ini. Dengan latar belakang sejarah yang kuat, kedua wilayah dinilai memiliki peluang besar untuk menarik minat wisatawan, khususnya dari kalangan umat Muslim.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim melibatkan pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan, untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Samarkand.

Langkah ini diharapkan mampu membuka jalur baru dalam pengembangan paket wisata religi yang terintegrasi, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan antarnegara.

Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat terkait sejarah Islam yang menghubungkan Indonesia dengan Asia Tengah.

Penguatan Konektivitas dan Transportasi

Selain sektor budaya dan wisata, aspek konektivitas juga menjadi perhatian penting dalam pembahasan kerja sama ini. Kemudahan akses transportasi dinilai sebagai faktor utama dalam mendukung peningkatan mobilitas masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga mendorong penguatan konektivitas transportasi, termasuk peluang pembukaan penerbangan langsung dari Indonesia menuju Samarkand atau Tashkent.

“Penguatan konektivitas ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarmasyarakat, khususnya dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran budaya,” katanya.

Dengan adanya rencana ini, diharapkan perjalanan antara kedua wilayah dapat menjadi lebih efisien dan menarik minat lebih banyak wisatawan untuk berkunjung.

Harapan Kerja Sama Berkelanjutan

Kerja sama yang dibangun tidak hanya berhenti pada tahap pertemuan, tetapi diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua pihak. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya tindak lanjut agar hasil kerja sama dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Khofifah menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret agar kerja sama yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.

Sementara itu, Gubernur Samarkand Adiz Boboev menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap hubungan antara Samarkand dan Jawa Timur terus berkembang.

“Kami ingin mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, pariwisata, dan kesejahteraan bersama Jawa Timur,” katanya.

Ia juga mengundang masyarakat Jawa Timur untuk berkunjung dan berziarah ke Uzbekistan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan hubungan antara Jawa Timur dan Uzbekistan tidak hanya semakin erat, tetapi juga mampu membuka peluang baru di berbagai sektor, terutama budaya dan pariwisata religi.

Terkini