Astra Bangun 1.000 Rusun MBR di Lahan KAI Jakarta, Ini Detailnya

Senin, 06 April 2026 | 10:38:50 WIB
Astra Bangun 1.000 Rusun MBR di Lahan KAI Jakarta, Ini Detailnya

JAKARTA - Upaya menghadirkan hunian layak di kawasan perkotaan kembali diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. 

Di tengah kebutuhan hunian yang terus meningkat, rencana pembangunan rumah susun di area strategis ibu kota menjadi salah satu solusi yang mulai digarap secara serius. Proyek ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dengan konsep hunian vertikal yang terintegrasi di pusat aktivitas kota.

PT Astra International Tbk (Astra) berencana membangun 1.000 unit rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di kawasan Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana, menyampaikan bahwa hunian vertikal terpadu tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 0,65 hektare atau sekitar 6.500 meter persegi. Lokasi tersebut saat ini difungsikan sebagai area parkir dan griya karya KAI di Jalan Lada Dalam, Kecamatan Tamansari.

Konsep Hunian Vertikal dan Skema CSR

Pembangunan rusun ini dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai bagian dari solusi jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan. Astra memilih menggunakan skema tanggung jawab sosial perusahaan untuk merealisasikan proyek tersebut.

Proyek ini akan menggunakan skema tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR). Setiap unit rusun dirancang memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi dengan luas sekitar 35 meter persegi.

Boy menambahkan, pembangunan akan segera dilakukan setelah kepastian status legalitas lahan sebagai milik negara diperoleh.

“Segera (dibangun) setelah konfirmasi lahannya negara sudah tersedia,” ujarnya dalam Konferensi Pers di Jalan Kemukus Stasiun Jakarta Kota Untuk Percepatan Penyediaan Hunian Layak di Perkotaan, Minggu (5/4/2026).

Dengan konsep ini, diharapkan hunian yang dibangun tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga terjangkau bagi masyarakat yang menjadi sasaran utama.

Dukungan Pemerintah dan Potensi Mulai Tahun Ini

Rencana pembangunan rusun ini juga mendapat dukungan dari pemerintah, yang melihat proyek tersebut sebagai bagian dari upaya mempercepat penyediaan hunian di wilayah perkotaan. Sejumlah pihak terkait pun terlibat dalam pembahasan teknis hingga skema pelaksanaannya.

Di sisi lain, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Donny Oskaria menyatakan bahwa pembangunan berpotensi dimulai pada tahun ini.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan bahwa proyek tersebut melibatkan kerja sama berbagai pihak dengan skema pembiayaan CSR, sementara kepemilikan lahan tetap berada di tangan negara.

“Kita menyiapkan bagaimana skema rumah susun yang dibangun dari pembiayaan CSR. Tanahnya tetap milik negara, kemudian yang bangun swasta, kemudian dibalikin kepada negara,” kata Menteri Ara.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model baru dalam pembangunan hunian yang melibatkan sektor swasta tanpa menghilangkan kepemilikan aset negara.

Lokasi Strategis Dekat Stasiun Jadi Nilai Tambah

Salah satu keunggulan utama proyek ini terletak pada lokasinya yang berada di kawasan strategis. Kedekatan dengan Stasiun Jakarta Kota menjadikan rusun ini memiliki nilai tinggi dari sisi aksesibilitas dan potensi pengembangan kawasan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menilai lokasi tersebut memiliki potensi besar untuk pengembangan hunian karena berada di kawasan strategis dekat Stasiun Jakarta Kota.

Menurutnya, area tersebut diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, sehingga cocok menjadi salah satu konsep hunian masa depan.

“Ya kalau secara komersial ini cukup lumayan bagus. Yang kedua adalah ini cukup jauh dari bantaran rel,” tuturnya.

Lokasi ini dinilai mampu memberikan kemudahan mobilitas bagi penghuni sekaligus mendukung pengembangan kawasan berbasis transportasi.

Bagian dari Program Nasional Penyediaan Hunian

Pembangunan rusun ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari program besar pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan di Indonesia. Dengan target pembangunan jutaan unit rumah, proyek ini menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mencapai tujuan tersebut.

Pembangunan rusun ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjalankan program prioritas pembangunan 3 juta rumah untuk mengurangi backlog perumahan nasional.

Hunian tersebut nantinya ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT).

Dengan adanya proyek ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses hunian layak di lokasi strategis perkotaan. Selain itu, kehadiran rusun ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung penataan kota yang lebih terencana dan berkelanjutan.

Terkini