Purbaya Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Melambat pada Kuartal II 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:38:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan estimasi dari sejumlah ekonom dan lembaga yang menyebutkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 bakal mengalami perlambatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan bakal mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi nasional periode kuartal II 2026 atau April—Juni 2026 pada Rabu (5/8/2026).

Purbaya memperkirakan angkanya berada di bawah torehan kuartal sebelumnya, namun ia meyakini penurunan tersebut tidak akan meluncur terlalu dalam.

"Ya kalau angka kami juga, kalau kami lihat prediksi semua empat lembaga kelihatannya di bawah 5,6% [realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026] untuk triwulan kedua, tetapi mungkin gak jauh dari 5,4% juga. Jadi, melambat tapi gak parah-parah amat," ujarnya di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Bendahara negara tersebut menguraikan bahwa penurunan laju tersebut dipicu oleh besarnya tekanan eksternal. Sepanjang kuartal II 2026, perekonomian domestik harus meredam dampak lonjakan harga minyak mentah dunia, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta maraknya arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan tanah air.

Meskipun demikian, Purbaya optimistis bahwa prospek pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026 akan melaju jauh lebih baik, bahkan diproyeksikan berada di kisaran 5,6 persen hingga 6 persen secara tahunan.

Guna memastikan target tersebut tercapai, ia menegaskan sinergi bauran kebijakan fiskal serta moneter bakal makin diperketat untuk menjaga stabilitas dan menggenjot penyaluran kredit ke sektor riil.

Lebih lanjut, Purbaya memastikan pemerintah dalam waktu dekat akan meluncurkan deretan paket stimulus anyar. Salah satu sektor yang dipastikan kembali mengantongi subsidi adalah kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Tanpa merinci besaran maupun detail skema terbarunya, Purbaya mengisyaratkan bahwa pengumuman resmi mengenai insentif kendaraan ramah lingkungan tersebut bakal disampaikan langsung oleh Kepala Negara.

"Kami juga akan memberikan beberapa stimulus kepada perekonomian. Dalam waktu dekat kalau tidak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden akan mengumumkan," ujarnya.

Di sisi lain, Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memproyeksikan penurunan pertumbuhan ekonomi yang terbilang cukup tajam, yakni berada di bawah angka 5 persen untuk kuartal II 2026.

Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal & Moneter Core Indonesia Akbar Susamto menjelaskan bahwa perlambatan ini dipicu oleh beban biaya produksi yang tinggi akibat gejolak global, pengetatan moneter, serta dinamika tata kelola fiskal domestik.

"Jadi hasil hitungan-hitungan itu, kami memperkirakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II/2026 adalah antara 4,8% sampai 4,9%," ungkap Akbar dalam forum Core Midyear Economic Review di Coresight Hub, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Terkini