Semester I 2026 PNM Salurkan Pembiayaan Rp32,3 Triliun untuk Mekaar

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:06:31 WIB
PT Permodalan Nasional Madani.

JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM konsisten menjaga tren pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026 melalui skema pembiayaan yang dipadukan secara langsung dengan program pemberdayaan.

Hingga Juni 2026, perseroan berhasil mengucurkan pembiayaan mencapai Rp32,3 triliun bagi 12,4 juta nasabah aktif program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Performa tersebut disokong keberadaan 4.035 unit layanan, 62.028 tenaga pendamping yang mayoritas perempuan, serta 881.118 kelompok nasabah di seluruh penjuru tanah air.

Di tengah langkah pemerintah memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui Holding Ultra Mikro di bawah naungan Danantara, PNM membuktikan tingginya penyerapan pembiayaan produktif bagi masyarakat prasejahtera, khususnya pengusaha perempuan ultra mikro.

Berbeda dari lembaga keuangan konvensional, skema PNM bertumpu pada dua pilar utama, yakni permodalan tanpa agunan serta peningkatan kapasitas usaha lewat pelatihan, literasi keuangan, dan penguatan digitalisasi.

Sepanjang Semester I 2026, PNM menggelar 26.776 agenda pelatihan yang diikuti oleh 723.883 peserta guna memastikan akses modal diimbangi dengan kemampuan mengelola bisnis.

Sejak 2022 sampai Juni 2026, sebanyak 2.961.104 nasabah dicatat sukses naik kelas dan memperoleh pendapatan tambahan, di mana 4.901 di antaranya aktif bertransaksi sebagai agen BRILink Mekaar.

Direktur Utama PNM Kindaris menguraikan bahwa tolok ukur keberhasilan perusahaan terletak pada kemandirian nasabah untuk tumbuh secara berkelanjutan.

"Pembiayaan akan memberi nilai yang lebih besar ketika diikuti dengan pendampingan. Tujuan akhirnya bukan sekadar usaha bertahan, tetapi agar setiap nasabah memiliki kemampuan untuk terus berkembang," jelas Kindaris.

Memasuki Semester II 2026, PNM siap memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus memperkokoh kualitas pendampingan demi mendorong terciptanya ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tingkat akar rumput.

Terkini