BTN Bakal Luncurkan Kredit Kendaraan Bermotor Pada Tahun Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:14:31 WIB
Ilustrasi Kredit Kendaraan.

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) terus mematangkan rencana ekspansi ke lini bisnis kredit kendaraan bermotor (KKB). Perseroan mengupayakan agar produk pembiayaan tersebut dapat diluncurkan tahun ini sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem layanan bagi para nasabah.

Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menyampaikan bahwa perseroan tidak akan membangun produk KKB sebagai fasilitas yang berdiri sendiri. Sebaliknya, BTN bakal mengandalkan kolaborasi dengan sejumlah institusi guna memperluas jangkauan ekosistem pembiayaan.

“KKB kami upayakan tahun ini, karena itu [KKB] perlu juga bagi masyarakat untuk dia bagaimana memiliki kendaraan dari rumahnya ke tempat kerja,” kata Hirwandi, dikutip pada Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, pilihan model kolaborasi merupakan skema paling ideal di tengah dinamika pasar saat ini. Lewat langkah tersebut, BTN berharap sanggup melengkapi kebutuhan nasabah perumahan yang turut memerlukan pembiayaan sarana transportasi demi menunjang mobilitas harian.

Di lain sisi, laju pertumbuhan KKB di industri perbankan secara umum masih dibayangi perlambatan. Data Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan KKB kembali terkoreksi sebesar 9,9% secara tahunan (year on year/YoY) pada Juni 2026, setelah pada bulan sebelumnya tertekan 9,4% YoY.

Meski pertumbuhan di industri masih melambat, Hirwandi menilai tingkat kebutuhan masyarakat terhadap kepemilikan kendaraan tetap tergolong tinggi. Hal itu yang menjadi landasan BTN untuk menangkap peluang pengembangan bisnis KKB sebagai bagian dari strategi memperluas cakupan layanan.

“Tentu dalam kondisi sekarang seperti yang saya sampaikan tadi, kami nggak bisa berdiri sendiri, kami harus ekosistem. Nanti kami akan kerja sama dengan beberapa institusi,” ungkapnya.

Rencana strategis ini sebelumnya juga telah dipaparkan oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. Pimpinan tertinggi di BTN tersebut mengungkapkan bahwa perseroan tengah mengkaji kerja sama pembiayaan bersama (joint finance) dengan sejumlah perusahaan pembiayaan (multifinance).

Melalui pola kemitraan ini, Nixon menuturkan bahwa perseroan akan menghadirkan skema paket gabungan (bundling) yang mengintegrasikan pembiayaan perumahan dan kendaraan bermotor secara sekaligus.

Langkah ini didasari atas pola kebutuhan nasabah yang kerap memerlukan kendaraan dalam waktu bersamaan saat membeli hunian baru.

“Jadi kami gak menciptakan [anak usaha baru], kami kerjasama, joint finance, atau kerjasama khusus untuk pembiayaan kendaraan bermotor. Terutama sekali ini kan temen-temen yang beli rumah saat yang sama juga butuh kendaraan. Jadi kami nanti akan bundling,” tutur Nixon saat ditemui di Kompleks Parlemen, dikutip pada Rabu (8/4/2026).

Sejalan dengan agenda ekspansi tersebut, manajemen mematok target kerja sama pembiayaan kendaraan bermotor ini dapat tuntas diselesaikan pada semester II 2026.

Terkini