Laba Konsolidasian Askrindo Tembus Rp1,69 Triliun Pada Periode 2025

Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:47:31 WIB
PT Asuransi Kredit Indonesia.

JAKARTA - Anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo membukukan perolehan laba setelah pajak secara konsolidasian mencapai Rp1,69 triliun sepanjang kurun waktu 2025.

Direktur Utama PT Askrindo, M. Fankar Uman mengungkapkan bahwa pencapaian positif tersebut ditopang oleh eksekusi strategi bisnis yang adaptif serta penerapan manajemen risiko secara prudent di tengah persaingan industri.

“Penguatan performa bisnis di berbagai lini sepanjang 2025 turut mendongkrak pendapatan premi serta profitabilitas perusahaan secara signifikan di tengah dinamika perekonomian nasional,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (4/8/2026).

Melihat tren pertumbuhan tersebut, Fankar menyatakan Askrindo bakal konsisten memfokuskan kinerjanya pada tiga pilar utama, yaitu memperkokoh sektor UMKM, menyukseskan agenda Proyek Strategis Nasional (PSN), serta memperluas jangkauan perlindungan asuransi mikro untuk masyarakat.

“Askrindo hadir menghubungkan kekuatan UMKM dan proyek strategis nasional, sekaligus mentransformasikan risiko menjadi penggerak pertumbuhan dan pilar ketahanan ekonomi Indonesia," tegas Fankar.

Menilik dari aspek operasional, total nilai aset yang dihimpun Askrindo sepanjang 2025 menyentuh angka Rp31 triliun. Peningkatan ini didorong oleh pengelolaan portofolio bisnis yang terukur serta disiplin eksekusi mitigasi risiko.

Fankar menambahkan, pihak manajemen telah memperkuat aspek Governance, Risk & Compliance melalui penekanan profil risiko dan penyelarasan risk awareness yang ketat pada seluruh tingkatan divisi organisasi.

Penerapan standar PSAK 117 juga dipandang sebagai katalis positif yang mampu meningkatkan transparansi serta keselarasan laporan keuangan dengan standar internasional.

Oleh sebab itu, Askrindo akan terus fokus memperkuat fondasi bisnis melalui penerapan mitigasi risiko yang disiplin serta ekspansi kolaborasi bersama mitra perbankan maupun instansi terkait.

Perseroan juga rutin mengagendakan berbagai inisiatif strategis guna mempercepat proses pelayanan serta meningkatkan ketepatan analisis kalkulasi risiko (prudent underwriting).

“Askrindo menegakkan tata kelola ini secara konsisten, termasuk melalui penerapan reward dan punishment yang tegas, karena disiplin dan akuntabilitas adalah syarat mutlak pertumbuhan yang berkelanjutan. Pertumbuhan berkualitas adalah hasil dari tata kelola yang kuat. Ini bukan hanya tentang angka laba, tapi bukti nyata bahwa governance yang solid dan transparansi adalah fondasi kepercayaan stakeholder serta kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi nasional," tutupnya.

Sebagai informasi tambahan merujuk laporan keuangan entitas induk yang terbit pada Selasa (21/7/2026), perseroan mencatatkan laba bersih secara mandiri sebesar Rp1,04 triliun pada 2025, dengan perolehan pendapatan penjaminan Rp3,30 triliun dan beban penjaminan Rp1,90 triliun.

Terkini