Inilah 5 Nilai Inti yang Membentuk Cara Seseorang Menjalani Hidup

Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:00:32 WIB
Ilustrasi Membentuk Cara Menjalani Hidup.

JAKARTA - Setiap individu mempunyai perspektif yang beragam dalam mengarungi kehidupan. Sebagian orang menempatkan keluarga sebagai prioritas, sebagian lain fokus mengejar karier, sementara sisanya tergerak membela keadilan atau mengasah potensi diri.

Perbedaan sudut pandang tersebut tidak sekadar dibentuk oleh kepribadian, melainkan turut dipengaruhi oleh nilai-nilai mendasar yang diyakini atau core values.

Dalam ranah psikologi, nilai merupakan prinsip fundamental mengenai hal yang dianggap krusial serta bermakna dalam hidup.

Dikutip dari Psychology Today, John A. Johnson Ph.D. memaparkan bahwa nilai tergolong sebagai salah satu aspek kepribadian paling stabil sepanjang perjalanan hidup seseorang.

Prinsip inilah yang berfungsi bagai kompas sewaktu mengambil pilihan, menetapkan sasaran, hingga merajut relasi dengan sesama.

"Ketika seseorang berhasil mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai yang diyakininya, hidup cenderung terasa lebih bermakna dan memuaskan," tulis Johnson.

Hasil kajian tersebut diperkuat oleh studi terbaru yang dipublikasikan pada 2025. Penelitian yang dipimpin Wilkowski, DiMariano, dan Peck mencoba mengintegrasikan pelbagai teori nilai manusia yang berkembang dalam ilmu psikologi.

Para peneliti mencermati ratusan konsep nilai dari beragam model psikologis, lalu menganalisisnya memanfaatkan formula statistik. Hasilnya, ditemukan lima dimensi utama yang sanggup menerangkan mayoritas nilai hidup manusia.

Pertama, pengembangan diri atau individual mastery. Nilai ini berfokus pada dorongan untuk terus belajar dan mengasah potensi. Individu dengan nilai ini tumbuh karena motivasi internal, bukan sekadar memburu pujian.

Kedua, status sosial atau social rank. Sebagian orang memprioritaskan rekam jejak, pengaruh, maupun kemapanan finansial. Nilai ini berkaitan dengan hasrat memperoleh posisi tinggi di lingkungan sosial.

Ketiga, keadilan universal atau universal justice. Nilai ini mencerminkan kepedulian pada kesetaraan dan keadilan bagi semua orang. Pemilik nilai ini terdorong membantu sesama serta memberi dampak positif bagi masyarakat.

Keempat, tradisi dan keteraturan atau cultural conventionality. Sebagian orang menganggap penting tindakan menjaga tradisi, norma, serta stabilitas sosial demi menciptakan rasa aman.

Kelima, hubungan interpersonal atau interpersonal relatedness. Kehangatan relasi bersama pasangan, keluarga, maupun sahabat menjadi prioritas terbesar demi membangun kedekatan emosional.

Menurut Johnson, tidak ada satu nilai yang tergolong lebih unggul dibanding nilai lainnya. Setiap orang memegang kombinasi nilai yang unik sesuai pengalaman, lingkungan, dan tujuan hidupnya.

Ia menegaskan bahwa manusia mustahil mengejar segala hal secara bersamaan. Mengalokasikan waktu demi karier dapat memangkas momen bersama keluarga, begitu pula sebaliknya.

Oleh sebab itu, memahami nilai utama dalam diri sanggup membantu seseorang menentukan pilihan yang selaras dengan tujuan hidup sekaligus meminimalkan penyesalan.

Pada akhirnya, mengidentifikasi nilai inti bertujuan untuk memahami hal yang benar-benar bermakna agar setiap keputusan yang diambil terasa lebih autentik serta memuaskan.

Terkini