Kemenko IPK Sebut Danantara Terlibat Proyek Kereta Api di Luar Jawa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:20:01 WIB
Ilustrasi Rangkaian Kereta Api.

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) mengemukakan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bakal berpartisipasi dalam ekspansi jaringan perkeretaapian nasional di luar Jawa, yakni mencakup area Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

"(Danantara) akan terlibat," ujar Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah Kemenko IPK Djoko Hartoyo di Jakarta, Rabu.

Menurut Djoko Hartoyo, pemerintah telah merancang program pembangunan konektivitas kereta api di luar Pulau Jawa yang membentang dari wilayah Sumatera, Kalimantan, sampai Sulawesi.

Djoko Hartoyo berharap realisasi proyek infrastruktur perkeretaapian tersebut dapat secepatnya memasuki tahapan pemancangan batu pertama (groundbreaking).

Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerangkan proyek jaringan perkeretaapian nasional diproyeksikan berlanjut hingga 2045 dengan estimasi dana mencapai Rp1.200 triliun secara bertahap.

Alokasi dana tersebut disiapkan untuk pembuatan lintasan rel baru serta pengaktifan kembali rel sepanjang 14.000 kilometer di luar Jawa, meliputi kawasan Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Agenda besar ini menjadi bagian dari rencana strategis menuju Indonesia 2045, yang memerlukan persiapan matang serta ketersediaan pendanaan berkelanjutan dari beragam lini.

AHY memperhitungkan keperluan anggaran tahunan ada pada rentang Rp60 triliun hingga Rp65 triliun apabila pembagian investasi didistribusikan dalam kurun 20 tahun.

"Hitungan ini belumlah final. Kami masih akan menyempurnakan karena membangun, mengembangkan infrastruktur itu juga sangat tergantung pada kondisi geografis dari daerah-daerah yang akan kami kembangkan. Tapi paling tidak, itu hitungan awal yang bisa kami sampaikan sebagai bahan diskusi tadi," ujarnya.

Keperluan pembangunan lintasan kereta di wilayah luar Jawa terpantau masih tinggi. Jalur kereta yang ada di Sumatera kini berkisar 1.871 kilometer, tetapi masih membutuhkan ekspansi sekitar 7.837 kilometer demi menunjang integrasi transportasi publik.

Adapun di kawasan Kalimantan belum memiliki fasilitas rel kereta api, padahal keperluan minimal untuk pembangunan jalurnya ditaksir menyentuh angka 2.772 kilometer.

Sementara itu di kawasan Sulawesi, rel kereta yang terbangun baru mencakup 109 kilometer, sehingga memerlukan tambahan rel sepanjang 3.284 kilometer untuk menopang pergerakan warga.

AHY menegaskan bahwa konstruksi perkeretaapian tidak bisa dirampungkan secara mendadak, melainkan perlu tahapan berjangka dengan mengedepankan program hasil cepat (quick wins) di tahap awal.

Terkini