Bukan Cuma Kedaluwarsa Kenali Batas Usia Makeup Usai Dibuka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:22:01 WIB
Ilustrasi Peralatan Makeup.

JAKARTA - Banyak orang hanya memperhatikan tanggal kedaluwarsa atau expiry date pada kemasan makeup. Padahal, menurut dermatolog dr. Shilpi Khetarpal, MD, ada penanda lain yang tidak kalah penting, yakni masa pakai setelah produk dibuka.

Dikutip dari Cleveland Clinic, tanda tersebut ditunjukkan melalui ikon berbentuk wadah terbuka dengan tulisan seperti 6M, 12M, atau 24M yang biasanya terdapat di bagian belakang atau bawah kemasan. Angka tersebut menunjukkan berapa lama produk masih aman digunakan setelah pertama kali dibuka.

Jika tertera 24M, berarti produk sebaiknya digunakan maksimal dua tahun setelah dibuka. Sementara itu, tulisan 6M menunjukkan masa pakai sekitar enam bulan sejak pertama kali digunakan.

Menurut dr. Shilpi, produk yang belum dibuka memang dapat bertahan cukup lama jika disimpan dengan benar. Namun, kondisinya mulai berubah setelah kemasan dibuka.

"Makeup yang belum dibuka dan diformulasikan dengan baik dapat tetap stabil selama bertahun-tahun pada suhu ruangan. Begitu dibuka, kandungannya mulai mengalami oksidasi atau terurai karena terpapar udara," jelas dr. Shilpi.

Tidak semua produk kosmetik mencantumkan simbol masa pakai tersebut. Karena itu, perubahan pada kondisi makeup dapat menjadi petunjuk bahwa produk sudah tidak lagi layak digunakan.

Perubahan aroma menjadi salah satu tanda yang paling mudah dikenali. Jika makeup mulai mengeluarkan bau asam, tengik, atau aroma kimia yang berbeda dari biasanya, sebaiknya produk segera diganti.

Selain itu, perhatikan pula teksturnya. Foundation yang mulai terpisah, bedak yang menggumpal, atau eyeliner yang mengering menandakan kualitas produk sudah menurun.

Warna makeup juga dapat berubah akibat proses oksidasi. Foundation yang semula sesuai warna kulit bisa berubah menjadi lebih gelap atau kekuningan, sedangkan performa produk ikut menurun, misalnya maskara mulai mudah rontok atau blush menjadi sulit dibaurkan.

Menurut dr. Shilpi, reaksi pada kulit juga tidak boleh diabaikan. "Jika Anda tiba-tiba lebih sering mengalami jerawat, infeksi, atau reaksi alergi, bisa jadi penyebabnya adalah penggunaan makeup yang sudah kedaluwarsa."

Secara umum, produk berbentuk cair memiliki masa simpan yang lebih pendek dibandingkan produk berbentuk padat karena lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.

Menurut rekomendasi Cleveland Clinic, blush krim, concealer cair, foundation cair, lipstik, lip gloss, lip balm, maskara, serta produk makeup yang mengandung SPF umumnya hanya bertahan sekitar enam bulan setelah dibuka.

Sementara itu, blush, foundation, concealer, maupun eye shadow berbentuk bedak, serta eyeliner pensil, rata-rata masih dapat digunakan sekitar satu hingga dua tahun apabila disimpan dengan baik.

Dr. Shilpi juga mengingatkan bahwa beberapa produk perlu langsung diganti setelah pemiliknya mengalami infeksi tertentu. "Jika Anda mengalami herpes di bibir, hentikan penggunaan produk tersebut dan gunakan yang baru. Hal yang sama juga berlaku untuk maskara dan produk mata lainnya jika Anda mengalami infeksi seperti konjungtivitis."

Semakin lama digunakan, produk makeup berisiko terkontaminasi bakteri dan jamur, terutama jika sering terpapar udara, panas, atau kelembapan tinggi.

Dr. Shilpi menjelaskan bahwa proses kontaminasi juga terjadi saat pengguna menyentuh wajah, lalu kembali mengambil produk menggunakan jari.

"Ketika Anda menyentuh makeup, kemudian menyentuh kulit, lalu kembali menyentuh makeup, Anda memindahkan bakteri ke dalam produk," jelas dr. Shilpi.

Bakteri juga dapat menumpuk pada kuas maupun spons makeup. Karena itu, ia menyarankan alat makeup dibersihkan setidaknya seminggu sekali menggunakan sampo, lalu dikeringkan sepenuhnya sebelum dipakai kembali.

Jika tetap digunakan, makeup yang sudah melewati masa pakainya dapat meningkatkan risiko jerawat, iritasi kulit, dermatitis kontak, infeksi bakteri maupun jamur, hingga infeksi pada mata.

Oleh sebab itu, selain memperhatikan tanggal kedaluwarsa, biasakan juga mengecek perubahan pada aroma, warna, tekstur, dan performa produk sebelum menggunakannya kembali.

Terkini