Lewat Digitalisasi, Kemenekraf Tingkatkan Daya Saing Ekraf Sumedang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:14:02 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. [Foto: NET]

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendongkrak mutu sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif di Kabupaten Sumedang melalui penguatan kompetensi digital guna menaikkan daya saing para pelaku usaha sekaligus memperlebar jangkauan pasar.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa wilayah yang menyimpan kekayaan budaya serta sejarah kuat berpeluang besar memajukan sektor ekonomi kreatif jika disokong oleh inovasi, teknologi, dan kreativitas.

"Ciri-ciri daerah yang mempunyai potensi ekonomi kreatif besar adalah daerah yang mempunyai akar budaya dan sejarah yang kuat. Kalau budaya menjadi hulunya, kemudian dipadukan dengan hilirisasi inovasi, teknologi, serta kreativitas, di situlah lahir ekonomi kreatif," ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Langkah konkret ini direalisasikan lewat agenda "Sumedang Go Digital" besutan Pusat Pengembangan SDM (Pusbang SDM) Kementerian Ekraf di Sumedang Creative Center (SCC), Selasa (4/8/2026). 

Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 150 pegiat ekonomi kreatif serta kreator konten yang berasal dari 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang.

Ia menganggap Sumedang mengantongi potensi besar untuk tumbuh sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis komunitas, sehingga penguatan kapasitas SDM menjadi pijakan strategis dalam memaksimalkan potensi daerah tersebut.

Menurut Riefky, alih teknologi digital tak sekadar dimanfaatkan sebagai media promosi, melainkan juga untuk menggembleng kualitas SDM, memperkokoh ekosistem ekonomi kreatif, memacu inovasi, memperluas jejaring kerja sama, melindungi hak kekayaan intelektual, hingga mengoptimalkan penggunaan teknologi di 21 subsektor ekonomi kreatif.

"Jawa Barat menjadi salah satu provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif strategis. Karena itu, Kementerian Ekraf akan terus berkolaborasi sehingga ekonomi kreatif Sumedang tidak hanya berkembang di tingkat nasional, tetapi juga mampu mendunia," katanya.

Program "Sumedang Go Digital" yang berfungsi sebagai proyek percontohan Pusbang SDM Kementerian Ekraf ini membekali para peserta dengan pemahaman strategi ekspansi bisnis, pemantapan citra dan posisi produk, optimalisasi media sosial untuk niaga, pemasaran digital melalui platform e-commerce, hingga taktik membangun usaha yang tahan lama di era digital.

Bukan hanya menggelar pelatihan, Menteri Ekraf pun berkesempatan menilik langsung beragam fasilitas di Sumedang Creative Center yang difungsikan sebagai wadah pengasahan bakat kreatif, mulai dari sanggar tari, musik, lokakarya batik, fotografi, arsitektur, hingga kegiatan kolaborasi lintas bidang.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sumedang Muhammad Fajar Aldila menyambut positif pendampingan dari Kementerian Ekraf untuk meningkatkan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif di wilayahnya. 

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan modal krusial demi memajukan potensi ekonomi kreatif sekaligus memaksimalkan fungsi Sumedang Creative Center sebagai sarana berkolaborasi.

Ia menaruh harapan agar pendampingan ini sanggup memacu para pelaku ekonomi kreatif Sumedang semakin berdaya saing tinggi, menciptakan lapangan usaha baru, serta memberi sumbangsih nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga setempat.

Terkini