Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Tembus 83,28 Poin

Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:39:02 WIB
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan hasil Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi yang berada di angka 83,28 poin, di mana perolehan tersebut mengalami kenaikan dibandingkan catatan tahun sebelumnya yang bertengger di level 81,46 poin.

“IKLHI tahun 2026 mencapai 83,28 poin meningkat dibandingkan dengan tahun 2025,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Proses pengukuran IKLHI ini menggunakan kerangka metodologi anyar yang diterapkan oleh BPS guna menilai mutu penyelenggaraan ibadah haji secara jauh lebih holistik terhitung mulai tahun 2026 ini.

Amalia menuturkan bahwa pembaruan metodologi tersebut sengaja dihadirkan untuk menggantikan format Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) yang selama kurun waktu sebelumnya selalu dipakai.

“Mulai tahun 2026 BPS melakukan penyempurnaan metode perhitungan dari IKJHI menjadi IKLHI,” katanya.

Menurut penjelasannya, langkah pembaharuan tersebut diambil lantaran sistem metode lama menyimpan sejumlah titik kelemahan, yakni sebatas mengevaluasi sektor pelayanan di luar negeri saja, cenderung menitikberatkan pada aspek hasil akhir (output) layanan, serta masih berpedoman pada aturan regulasi terdahulu.

Lewat instrumen IKLHI, BPS kini mampu mengukur kualitas pelayanan secara jauh lebih menyeluruh, yang mencakup sektor pelayanan di dalam negeri maupun luar negeri, menilai tahapan proses sekaligus hasil layanan secara beriringan, serta menyelaraskan indikator penilaian dengan regulasi penyelenggaraan ibadah haji yang paling mutakhir.

Ruang lingkup pelayanan domestik di dalam negeri sendiri meliputi aspek kinerja petugas haji, bimbingan ibadah, fasilitas moda transportasi menuju bandara, sarana akomodasi embarkasi, penyediaan konsumsi, tata kelola administrasi, urusan keuangan, hingga fasilitas layanan kesehatan.

Sementara itu, cakupan layanan ketika di luar negeri meliputi kinerja petugas pendamping, pelaksanaan ibadah selama di Arab Saudi, armada transportasi, akomodasi hotel serta tenda penginapan, penyediaan konsumsi, hingga layanan kesehatan yang untuk pertama kalinya resmi didapuk sebagai dimensi penilaian khusus tersendiri.

Apabila penghitungan tetap merujuk pada format metode konvensional lamanya yakni IKJHI, angka survei kepuasan justru melesat naik secara signifikan hingga menyentuh level 91,45 poin, atau bertambah tinggi dari capaian tahun lalu yang bertengger di angka 88,46 poin.

"Jamaah haji Indonesia telah menerima semua pelayanan yang diberikan dengan sangat memuaskan," ucapnya.

Amalia memaparkan bahwa pelaksanaan survei IKLHI tahun 2026 ini melibatkan total 14.400 responden, yang terbagi atas 1.600 orang untuk mengukur instrumen layanan domestik dalam negeri, serta masing-masing sebanyak 6.400 jamaah haji dari kelompok gelombang pertama dan gelombang kedua untuk menguji kualitas layanan tatkala berada di Arab Saudi.

Berdasarkan titik lokasi pengamatan di lapangan, kawasan bandara tercatat sebagai area dengan tingkat indeks kepuasan paling tinggi yakni menyentuh angka 84,76 poin, kemudian disusul oleh wilayah Makkah di skor 82,59 poin, serta Kota Madinah dengan raihan 82,53 poin.

 Sementara itu, zona Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mengantongi nilai sebesar 79,70 poin, yang mana angka tersebut menjadi yang paling rendah jika dikomparasikan dengan wilayah lain, kendati tetap memperlihatkan adanya progres perbaikan dari musim sebelumnya.

Menilik berdasarkan kategori jenis layanannya, seluruh indikator aspek berhasil menorehkan nilai di atas kisaran 81 poin. Sektor layanan transportasi sukses keluar sebagai pencatat skor tertinggi di angka 83,13 poin, sedangkan layanan bidang kesehatan menempati posisi terendah dengan perolehan 81,93 poin.

Khusus untuk kawasan Armuzna, Amalia menyebutkan bahwa seluruh variasi jenis layanan mengalami tren peningkatan performa jika dibandingkan dengan tahun 2025. Lonjakan skor tertinggi terjadi pada fasilitas layanan konsumsi yang meroket naik sebanyak 4,85 poin hingga menembus angka 81,16 poin, yang kemudian disusul oleh sektor transportasi dengan peningkatan sebesar 4,03 poin.

Di sisi lain, catatan untuk layanan petugas haji berhasil menyentuh angka 81,91 poin, sektor layanan kesehatan berada di level 81,51 poin, layanan bimbingan ibadah mencatatkan 80,46 poin, serta sektor fasilitas akomodasi mengalami kenaikan tipis sebesar 0,68 poin lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya.

Ia menilai bahwa deretan capaian tersebut merefleksikan adanya eskalasi mutu pelayanan yang semakin baik pada fase puncak pelaksanaan ibadah haji, utamanya pada sektor konsumsi dan transportasi yang dirasakan secara langsung manfaatnya oleh para jamaah.

Terkini