Pastikan Stok Aman, Dirut Bulog Sidak Ritel Modern di Jakarta

Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:02:01 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani [FOTO: NET].

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melaksanakan kegiatan inspeksi mendadak ke salah satu pusat gerai ritel modern yang berlokasi di kawasan Radio Dalam, Kota Jakarta, dengan tujuan utama untuk memastikan ketersediaan pasokan beras premium guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan bagi masyarakat.

"Malam hari ini sengaja saya beserta tim melaksanakan sidak di salah satu ritel modern yang ada di wilayah Radio Dalam. Kami saksikan bersama masih banyak produk-produk beras-beras premium di sini. Dan beras-beras ini juga masih penuh, tidak ada yang kosong," kata Rizal di Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.

Agenda peninjauan lapangan ini dilaksanakan sebagai bentuk langkah antisipatif agar masyarakat tetap dapat dengan mudah memperoleh produk beras premium berkualitas di tengah adanya rencana penarikan sejumlah merek beras fortifikasi dari peredaran, menyusul temuan dari satuan tugas pangan mengenai produk yang dinilai tidak memenuhi ketentuan standar mutu.

Di sela-sela kegiatan sidak tersebut, Rizal memastikan bahwa stok produk beras premium milik Bulog, yakni merek Punokawan dan Befood Sentra Ramos, tersedia dalam kuantitas yang mencukupi serta siap memenuhi kebutuhan konsumen yang berbelanja.

Ia menuturkan bahwa ketersediaan stok beras premium di rak-rak penjualan terpantau masih penuh, sehingga masyarakat diimbau agar tidak perlu merasa khawatir terhadap aspek ketersediaan maupun kemudahan akses dalam memperoleh beras premium produksi Bulog.

Pihak Bulog turut menegaskan bahwa harga jual eceran untuk kedua merek tersebut dipastikan tetap mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi, yakni dipatok senilai Rp74.500 untuk kemasan ukuran lima kilogram, sehingga dinilai jauh lebih terjangkau apabila dikomparasikan dengan pelbagai merek dagang beras lainnya di pasaran.

Rizal memperlihatkan perbandingan harga di mana beras premium Bulog memiliki selisih harga yang terpaut sekitar Rp20.000 jika dibandingkan dengan merek Anak Raja, bahkan selisihnya mampu mencapai lebih dari Rp50.000 apabila disandingkan dengan merek Topi Koki.

Menurut pandangannya, disparitas selisih harga tersebut merefleksikan kehadiran nyata negara dalam menyediakan produk bahan pangan berkualitas dengan tingkat harga yang lebih terjangkau, sehingga diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran ekonomi masyarakat.

Sebagai langkah lanjutan, manajemen Bulog telah menginstruksikan seluruh kantor wilayah yang tersebar di pelbagai kota besar untuk melaksanakan inspeksi secara serentak guna memastikan produk beras premium pemerintah terdistribusi dengan baik di gerai ritel modern maupun di pasar-pasar rakyat.

"Ini kami laksanakan serentak ini. Di Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Riau, Bali, semuanya kami perintahkan untuk mengecek supaya meyakinkan kepada publik bahwa beras premium pemerintah juga hadir di ritel-ritel modern maupun pasar-pasar rakyat," tegas Rizal.

Langkah taktis ini dijalankan sebagai bentuk mitigasi preventif guna mencegah potensi terjadinya kekosongan rantai pasok beras premium, bilamana sebagian produk beras fortifikasi ditarik dari peredaran merujuk pada hasil temuan pengawasan pemerintah.

Rizal memaparkan bahwa hasil pemantauan langsung yang dihimpun dari berbagai daerah menunjukkan cadangan stok beras premium Bulog masih terpelihara dengan sangat baik, bahkan sejumlah gerai ritel melaporkan adanya lonjakan tingkat permintaan dari masyarakat terhadap produk tersebut.

Pihak Bulog menilai tingginya antusiasme serta minat konsumen ini sebagai sinyal positif yang membuktikan bahwa masyarakat luas memang membutuhkan alternatif produk beras premium bermutu dengan kisaran harga yang tetap ekonomis di tengah dinamika pasar.

Guna mengantisipasi dan memenuhi tingginya kebutuhan tersebut, Perum Bulog secara konsisten memproduksi sekitar 300 ton beras premium setiap harinya secara nasional, sementara alokasi pasokan khusus untuk wilayah DKI Jakarta mencapai kisaran 21 ton per hari.

Perusahaan pelat merah ini juga tengah mempersiapkan langkah strategis lanjutan melalui forum pembahasan bersama pemerintah terkait rencana pengalihan sebagian porsi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini tercatat berada di atas angka 5 juta ton, agar dialokasikan menjadi beras premium demi memperkuat cadangan pasokan nasional.

"Kami akan dorong nanti ke depan sesuai dengan rencana pengalihan CBP menjadi beras premium tersebut dengan harapan bisa menekan harga-harga beras yang terlalu tinggi. Kasihan masyarakat kalau harga beras premium (merek di luar Bulog) sampai Rp126.000 per 5 kilo, itu kan terlalu berat untuk masyarakat, menurut kami," beber Rizal.

Melalui penguatan jalur distribusi, optimalisasi pemantauan langsung di lapangan, serta konsistensi penyediaan produk beras premium dengan harga yang terjangkau, Bulog menaruh harapan besar agar masyarakat tetap mempunyai akses terhadap komoditas pangan berkualitas tinggi sekaligus turut menopang kestabilan harga beras nasional.

Terkini