Asia Pacific Media Forum 2026 Mendorong Kolaborasi Bisnis Mapan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 04:10:01 WIB
APMF 2026.

JAKARTA - Perubahan pesat perilaku konsumen akibat perkembangan teknologi, menjamurnya konten kreator, serta fragmentasi media digital membuat durasi kampanye pemasaran makin singkat.

Kondisi tersebut menuntut para pelaku industri untuk menggeser fokus dari sekadar menarik perhatian menjadi pembentukan sistem kolaborasi dan pengambilan keputusan yang berdaya tahan jangka panjang.

Pesan penting itu menjadi benang merah dalam pembukaan Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2026.

Mengusung tema Blueprint the Beyond, forum tahunan yang diselenggarakan sejak 2005 ini kembali mempertemukan jajaran pemimpin dari sektor merek, media, teknologi, agensi, platform digital, hingga ekonomi kreatif.

Chairman APMF Andi Sadha mengutarakan bahwa tantangan industri masa kini bukan lagi keterbatasan ide, melainkan kebutuhan membangun fondasi yang mampu memberikan nilai berkelanjutan setelah kampanye usai.

"Sebagian besar dari kami pernah menjalankan kampanye yang berhasil menarik perhatian pasar. Impression datang, percakapan meningkat, tetapi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian semuanya menghilang. Campaigns fade. Itu memang sifat alami sebuah kampanye. Blueprint the Beyond adalah penolakan terhadap anggapan bahwa di situlah pekerjaan kami selesai," ujar Andi saat membuka APMF 2026.

Andi menjelaskan bahwa gagasan Blueprint the Beyond berakar dari upaya mendorong lahirnya kemitraan bisnis nyata, sehingga seluruh agenda forum dirancang untuk mempertemukan para pengambil keputusan.

"Selama tiga hari kami tidak mengajak peserta sekadar mengagumi ide-ide baru. Kami mengajak untuk membangun sesuatu yang tetap hidup setelah konferensi ini berakhir. Orang yang duduk di sebelah Anda bisa menjadi alasan sebuah ide besar diwujudkan atau sebuah kerja sama akhirnya tercapai," katanya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, Andi menilai organisasi perlu beradaptasi lewat jalur kolaborasi ketimbang bertahan dengan pola-pola konvensional.

"Kami percaya masa depan industri tidak dibangun oleh satu organisasi saja. Masa depan dibentuk melalui percakapan yang terbuka mengenai apa yang sedang kami bangun, apa yang kami butuhkan, dan apa yang dapat kami tawarkan kepada pihak lain. Semakin terbuka kami berbagi, semakin besar peluang kolaborasi itu terwujud," ujar Andi.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk aktif berinteraksi dan menginisiasi kemitraan strategis yang melampaui kurun waktu pelaksanaan konferensi.

"Jangan habiskan tiga hari ini sebagai pengamat. Jadilah pembangun. Mulailah percakapan dengan orang yang sudah Anda kenal, lalu dengan satu orang yang belum Anda kenal. Tanyakan satu hal sederhana: apa yang bisa kami bangun bersama? Karena pada akhirnya, kampanye akan berlalu, tetapi struktur yang dibangun bersama akan bertahan."

Selama tiga hari penyelenggaraan, APMF 2026 menyajikan empat pilar pengalaman utama, yaitu Applied Intelligence Lab, Conference Stage, Innovation & Experience Showcase, serta Leadership Gatherings.

Forum ini menghadirkan lebih dari 50 pembicara mancanegara, seperti Regional Chief Creative Officer IMPACT BBDO Ali Rez, sutradara Ernest Prakasa, Managing Editor WARC APAC Rica Facundo, Co-Founder EnMasse Sunny Gho, hingga Managing Director Accenture Song Tuomas Peltoniemi.

Terkini