Emiten SINI Estimasi Pendapatan Tambang Baru Tembus US3,26 Miliar

Kamis, 06 Agustus 2026 | 04:18:02 WIB
PT Singaraja Putra Tbk.

JAKARTA - PT Singaraja Putra Tbk (SINI), emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, memproyeksikan akumulasi potensi pendapatan dari dua proyek tambang batu bara baru di Kalimantan Tengah mencapai US$3,26 miliar sepanjang umur tambang.

Potensi penerimaan tersebut dikembangkan melalui dua entitas usahanya, yakni PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP).

Direktur Utama SINI Amir Antolis mengutarakan bahwa kalkulasi pendapatan senilai US$3,26 miliar tersebut menggunakan asumsi harga pasar batu bara berbasis Indeks Batubara Indonesia (ICI) yang disesuaikan dengan kualitas produksi masing-masing area tambang.

Untuk proyek PT PBC, perseroan menargetkan potensi penerimaan sebesar US$2,604 miliar dengan acuan harga jual US$62 per ton dan target akumulasi produksi mencapai 42 juta ton selama masa operasional.

Sementara itu, proyek PT CBP diproyeksikan mampu menyumbang pendapatan US$656 juta berbekal asumsi harga jual US$82 per ton serta target produksi kumulatif 8 juta ton.

"Basis perhitungan estimasi pendapatan menggunakan asumsi harga pasar batu bara berdasarkan ICI yang disesuaikan dengan kualitas batu bara," ujar Amir dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8/2026).

Manajemen menjelaskan bahwa tahapan first cut pada PT PBC ditargetkan bergulir pada kuartal IV 2026, sedangkan PT CBP dijadwalkan beroperasi pada semester II 2027 usai perizinan RKAB dan akses jalan rampung.

Perseroan juga terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur pendukung, di mana pengerjaan hauling road menuju PT CBP telah mencapai 83,74 persen dan ditargetkan selesai penuh pada Februari 2027.

Di sisi lain, proses pembebasan lahan untuk area operasional PT PBC telah mencapai 45 persen, sedangkan untuk PT CBP berada pada angka 15 persen dari total cakupan area.

Amir mengungkapkan bahwa tantangan pembebasan lahan bersumber dari adanya klaim kepemilikan pihak ketiga, proses negosiasi harga, serta tahapan verifikasi legalitas dokumen.

"Perseroan secara aktif melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses pembebasan lahan dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga memperlancar pelaksanaan rencana pengembangan usaha Perseroan," ujar Amir.

Ia menambahkan, saat ini perseroan belum menandatangani kontrak penjualan batu bara resmi untuk kedua area tambang tersebut, namun SINI tengah intensif menjajaki kerja sama dengan sejumlah calon pembeli potensial.

Terkini