Dudung Abdurachman Imbau Warga Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:29:31 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyampaikan pesan kebangsaan yang mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memperkokoh persatuan, merawat kebersamaan, serta menyikapi dinamika informasi dan demokrasi secara bijak demi stabilitas nasional.

Dudung menegaskan bahwa kekuatan utama Indonesia tak sekadar berpatokan pada melimpahnya sumber daya alam, melainkan pada semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh anak bangsa.

"Saya meyakini bahwa kekuatan bangsa ini tidak hanya terletak pada sumber daya yang kami miliki, tetapi terutama pada persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong seluruh anak bangsa," ujar Dudung dalam keterangan di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Dudung mengingatkan seluruh prajurit TNI dan anggota Polri supaya senantiasa memelihara amanah serta kepercayaan rakyat.

Ia menekankan bahwa aparat keamanan terlahir dari rakyat dan bertugas sepenuhnya demi pengabdian kepada masyarakat.

Menurut dia, keterikatan emosional dan historis antara masyarakat dengan aparat penegak hukum serta pertahanan mesti terus dipelihara. TNI dan Polri bukanlah lembaga terpisah, melainkan saudara kandung dari rakyat Indonesia itu sendiri.

Menghadapi tantangan di era digital, Dudung menyoroti krusialnya literasi informasi.

Ia mengimbau masyarakat supaya tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya di media sosial serta mengedepankan klarifikasi fakta.

Dudung meminta masyarakat agar membiasakan diri melakukan pemeriksaan fakta (fact-checking) dan memastikan kredibilitas sumber sebelum menyebarkan ulang suatu narasi.

Selain itu, ia juga mengimbau warga supaya tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks maupun narasi provokatif yang berpotensi merusak kondusivitas nasional.

Mengenai perbedaan pandangan politik maupun sosial, Dudung menilai perbedaan pendapat adalah hal lumrah dalam iklim demokrasi yang sehat. Kendati demikian, perbedaan tersebut tidak boleh merusak persatuan dan stabilitas negara.

"Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, marilah kita menyikapinya dengan kepala dingin, saling menghormati, saling mengingatkan dengan cara yang santun, serta bersama-sama menjaga stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan," kata Dudung.

Terkini