Dukung Program MBG, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Gas Pembusukan

Jumat, 07 Agustus 2026 | 19:24:02 WIB
Program makan bergizi gratis (MBG) [FOTO: NET].

JAKARTA — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan bahwasanya BRIN tengah merancang serangkaian inovasi guna mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu terobosan mutakhir yang dibuat adalah perangkat pendeteksi gas pembusukan yang disematkan langsung pada ompreng makan.

Pernyataan tersebut disampaikan Arif dalam rangkaian agenda Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto bersama para peneliti BRIN pada Kamis (6/8/2026) di Halaman Tengah Istana Kepresidenan.

Arif menjabarkan, khusus untuk ekosistem MBG dan ketahanan pangan, BRIN menghadirkan rantai inovasi secara menyeluruh. Inovasi ini membentang mulai dari penyediaan bahan baku, mesin pengolahan, formulasi kemasan, sistem pengujian kehalalan, manajemen distribusi, hingga pengawasan komprehensif berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Salah satu contohnya adalah food guard, perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan dengan menggunakan multi-sensor dan model AI," ujar Arif.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo menyambut kehadiran para periset BRIN pada Kamis (6/8/2026) di Halaman Tengah Istana Kepresidenan. Dalam ajang tersebut, BRIN menampilkan sederet karya riset strategis dan produk teknologi unggulan buatan dalam negeri yang difokuskan untuk menopang program-program prioritas nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menuturkan, eksibisi tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkokoh riset dan inovasi sebagai pilar kemandirian bangsa melalui pemaksimalan potensi sumber daya manusia Indonesia dalam melahirkan teknologi tepat guna dan bermutu tinggi.

"Hasil riset yang ditampilkan menegaskan dukungan Pemerintah pada penguatan riset dan inovasi sebagai fondasi kemandirian bangsa, melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam menghasilkan teknologi yang berkualitas dan relevan dengan tantangan pembangunan," kata Prasetyo Hadi dalam keterangan pers tertulis yang diterima, Kamis (6/8/2026).

Pada pameran itu, BRIN memboyong 15 booth yang menyajikan ragam hasil riset dan inovasi. Sajian ini mewakili berbagai klaster teknologi prioritas yang diturunkan langsung dari delapan Agenda Riset Nasional.

Selain piranti pendukung MBG, deretan inovasi lain yang turut dipamerkan meliputi sektor keantariksaan dan kedirgantaraan, pengelolaan sumber daya air, ketenaganukliran, sektor energi dan mineral, penanganan lingkungan serta sampah, mitigasi kebencanaan dan perumahan, teknologi kesehatan, transportasi, pangan dan pertanian, sistem pendidikan, kelautan dan perikanan, pertahanan dan keamanan, hingga upaya pelestarian warisan budaya.

Menurut Prasetyo, deretan hasil karya yang dipajang tidak sebatas memamerkan rekam jejak penelitian nasional, melainkan membuktikan kapasitas nyata Indonesia dalam menyediakan jawaban atas beragam kebutuhan strategis negara.

"Apa yang ditampilkan BRIN bukan sekadar etalase produk riset, melainkan penanda bahwa Indonesia memiliki kapasitas nyata untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa secara mandiri, khususnya di bidang strategis seperti pangan, energi, air, kesehatan, pertahanan, dan industrialisasi nasional," ujarnya.

Terkini