Prabowo Soroti Anggaran Riset RI yang Masih Sangat Sedikit

Jumat, 07 Agustus 2026 | 19:30:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mendongkrak investasi di ranah pendidikan serta riset sebagai pijakan pembangunan jangka panjang. Demi membiayai agenda strategis tersebut, pemerintah bakal mengandalkan langkah penghematan belanja, pemberantasan tindakan korupsi, hingga pembenahan tata kelola keuangan negara.

Hal tersebut dipaparkan Prabowo kala memberikan arahan dalam agenda Pertemuan Presiden RI bersama 150 Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Kepala Negara menyampaikan bahwa pemerintah saat ini menaruh prioritas pada pembenahan mutu pendidikan, baik lewat perbaikan fasilitas fisik sekolah maupun penyediaan sekolah unggulan bagi para siswa berprestasi.

"Dan inilah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kami. Saya ingin perbaiki semua sekolah dari fisik, kami juga membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak terpinter bisa kami seleksi, nanti dia kejar universitas-universitas terbaik di dunia," ujar Prabowo.

Ia menambahkan, sekolah unggulan tersebut bakal mengadopsi standar kurikulum International Baccalaureate (IB) guna menyamai kualitas sekolah-sekolah top tingkat internasional.

"Di sekolah unggulan ini kami pakai kurikulum International Baccalaureate, IB. Dia harus dengan standar yang sama dengan yang terpinter di dunia, yang terhebat di dunia. Dan kami harapkan dia diterima dan lolos di universitas terbaik dunia," katanya.

Bukan hanya mendirikan sekolah unggulan, Prabowo mengutarakan bahwa pemerintah turut memperluas jaringan kerja sama antara kampus dalam negeri dan perguruan tinggi ternama dunia. Langkah ini ditempuh melalui skema joint program, kerja sama operasional (KSO), maupun pola kemitraan akademis lainnya.

"Itu satu cara. Cara kedua, kami kerja sama, kami undang universitas-universitas terbaik di dunia bekerja sama dengan universitas kami di sini. Entah joint, entah KSO," ujarnya.

Kendati demikian, Presiden mengakui bahwa pembentukan SDM berkualitas lewat sektor pendidikan dan riset merupakan bentuk investasi jangka panjang yang memerlukan sokongan dana besar. Di sisi lain, ia menilai porsi belanja Indonesia untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) selama ini masih terlampau minim.

"Ini investasi jangka panjang. Kami koreksi diri kami sebagai bangsa, investasi kami di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kami," katanya.

Atas dasar itu, pemerintah bertekad memperbaiki porsi pendanaan riset di masa-masa mendatang. "Ke depan kami akan berusaha memperbaiki itu," ujar Prabowo.

Dana Dicari dari Efisiensi hingga Berantas Korupsi

Prabowo menekankan bahwa peningkatan alokasi investasi di bidang pendidikan dan riset wajib disokong oleh ruang fiskal yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintah memilih jalan efisiensi belanja negara serta perbaikan sistem tata kelola alih-alih memperbesar beban anggaran akibat kebocoran.

"Untuk itu tentunya kami perlu dana. Dana itu kami cari," katanya.

Menurut Presiden, alokasi dana tersebut akan digali melalui pemangkasan anggaran, penutupan celah kebocoran penerimaan negara, hingga pemberantasan berbagai bentuk tindakan koruptif.

"Dana itu dari mana? Dari penghematan, menghentikan kebocoran, hal-hal korup, praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan (fraud), under-invoicing, mismanagement," tegas Prabowo.

Terkini