Rupiah Tertekan Jelang Rilis Data Cadangan Devisa Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026 | 00:00:02 WIB
Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika Serikat dan Rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah pada awal sesi perdagangan Jumat (7/8/2026) menjelang pengumuman data resmi cadangan devisa untuk periode Juli 2026.

Merujuk pada catatan analisis Doo Financial Futures sampai pukul 09.05 WIB, kurs rupiah diawali pada posisi Rp17.935 per dolar AS atau melandai sebesar 0,07%.

Berseberangan dengan pergerakan mata uang Garuda, sebagian besar mata uang di kawasan Asia justru mencatatkan penguatan saat berhadapan dengan dolar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan lonjakan tertinggi di Asia usai terangkat 0,22%, disusul dolar Taiwan 0,11%, dolar Singapura 0,07%, baht Thailand 0,04%, serta yuan China 0,03%.

Di sisi lain, dolar Hong Kong terpantau bergerak stagnan. Sebaliknya, cuma ada beberapa mata uang Asia yang tergelincir di hadapan dolar AS. Peso Filipina mencatatkan penurunan paling tajam mencapai 0,33%, diikuti rupee India 0,10%, serta ringgit Malaysia 0,05%.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menaksir rupiah masih berpotensi melanjutkan tren pelemahan terhadap dolar AS akibat efek rebound harga minyak mentah yang terpicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurut analisisnya, sentimen negatif itu mencuat menyusul isu mengenai kemungkinan Iran menutup jalur Selat Hormuz bagi kapal milik Amerika Serikat dan Israel, yang mengancam kelancaran pasokan energi dunia serta mendongkrak harga minyak mentah.

Kendati demikian, Lukman memprediksi tekanan pada rupiah tidak bakal terlampau dalam lantaran para pelaku pasar memilih bersikap wait and see menantikan rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang akan dipublikasikan siang ini.

"Rupiah diperkirakan berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring harga minyak yang rebound oleh memanasnya geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan apabila Iran akan melarang kapal AS dan Israel melalui Selat Hormuz. Namun pelemahan diperkirakan terbatas, dengan investor menantikan data cadangan devisa Indonesia siang ini," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Sepanjang perdagangan hari ini, laju rupiah diproyeksikan berfluktuasi pada rentang Rp17.850–Rp17.950 per dolar AS, dengan arah pergerakan yang amat ditentukan oleh dinamika konflik Timur Tengah, pergerakan komoditas minyak mentah dunia, hingga respons pasar atas rilis data cadangan devisa Indonesia.

Terkini