Apple Rilis Fitur Baru Screen Time iOS 27 untuk Kontrol gawai Anak

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:11:02 WIB
Fitur Screen Time iOS 27 Apple.

JAKARTA - Raksasa teknologi Apple bakal menyajikan beragam fitur baru yang membantu para orang tua dalam mengawasi pemakaian perangkat anak secara lebih mendalam. Pihak orang tua maupun wali sekarang dapat menyetujui proses unduhan aplikasi di perangkat iPhone, membatasi durasi bermain gim, hingga mengatur akses aplikasi sesuai kurun waktu tertentu. Keseluruhan fitur ini siap dinikmati lewat pembaruan Screen Time (Durasi Layar) pada sistem operasi iOS 27, iPadOS 27, dan macOS 27.

Supaya seluruh fitur pemantauan tersebut bisa beroperasi, pihak orang tua mesti terlebih dahulu membuatkan Akun Anak (Child Account). Akun khusus ini wajib digunakan oleh anak yang berusia di bawah 13 tahun, meski tersedia pula opsi pengaturan hingga usia 18 tahun. Begitu akun berhasil dibuat, orang tua sanggup menerapkan bermacam pembatasan yang telah disesuaikan dengan jenjang usia anak.

Tempo menjajal sejumlah fitur tersebut dalam sesi hands-on di Kuala Lumpur, Malaysia. Fitur Ask for Permission, yang merupakan sistem persetujuan sebelum anak mengunduh aplikasi, menjadi salah satu bagian yang paling menonjol. Sewaktu akun anak berupaya mengunduh gim Clash Royale lewat App Store, gawai tidak bakal langsung memberikan izin instalasi. Sebagai gantinya, bakal muncul pilihan untuk meminta persetujuan dari orang tua.

Usai tombol tersebut ditekan, pesan permintaan secara otomatis terkirim via aplikasi Messages menuju gawai milik orang tua. Notifikasi itu mendarat hanya sekitar lima sampai sepuluh detik setelahnya. Notifikasi yang masuk berbunyi, “Tam (nama anak) asked to get the app Clash Royale for free from the App Store.”

Pihak orang tua tidak serta-merta disodori pilihan untuk langsung menyetujui atau menolak. Lebih dulu mereka wajib menekan tombol Review, yang bakal mengarahkan ke halaman App Store guna mencermati perincian aplikasi, termasuk peringkat usia serta deskripsinya. Setelah selesai diperiksa, barulah orang tua bisa menentukan keputusan untuk menyetujui atau menolak permohonan tersebut.

Gawai Anak Terkontrol pada Jam Sekolah
Penyetelan juga sanggup dirancang berpatokan pada jadwal harian. Orang tua dapat mematok kategori aplikasi mana saja yang boleh dibuka pada rentang waktu tertentu. Sebagai contoh, cuma aplikasi pembelajaran yang bisa diakses sewaktu jam sekolah berlangsung dari pukul 08.00 sampai 15.00, sedangkan gim dan jejaring sosial otomatis terkunci. Begitu jam sekolah usai, orang tua dapat membuka kembali gembok aksesnya, sebelum nantinya dibatasi ulang pada malam hari.

Rancangan jadwal tersebut turut dapat disesuaikan bagi hari yang berbeda. Orang tua bisa menerapkan skema pengaturan serupa untuk hari kerja, contohnya Senin hingga Jumat, lalu menyusun jadwal berbeda khusus hari Sabtu dan Minggu. Melalui cara itu, anak sanggup memperoleh alokasi waktu bermain yang lebih lapang di akhir pekan tanpa mesti mengacaukan setelan pada hari sekolah.

Tersedia pula fitur permohonan durasi tambahan. Ketika batas waktu penggunaan gim telah habis, gawai anak akan memperlihatkan pemberitahuan bahwa durasi bermain sudah usai beserta tombol untuk mengajukan waktu ekstra. Permohonan tersebut secara langsung dikirimkan ke gawai orang tua, yang sanggup memberikan persetujuan atau penolakan tanpa perlu memegang gawai anak.

Bawaan Desain Ulang Screen Time
Berkat hadirnya desain ulang pada rupa Screen Time, orang tua sekarang dapat menyimak ringkasan pemakaian gawai anak, mencakup aplikasi yang paling rutin digunakan beserta durasi pemakaiannya secara langsung dari perangkat mereka sendiri.

Di samping itu, Apple menyisipkan sejumlah perlindungan ekstra bagi akun anak. App Store cuma bakal menampilkan deretan aplikasi yang pas dengan batasan umur yang telah ditetapkan oleh orang tua.

Sementara itu melalui Find My, orang tua juga mampu melacak lokasi anak sekaligus menerima peringatan otomatis, semisal sewaktu anak sudah tiba di rumah. Apple turut memperluas jangkauan fitur Communication Safety.

Selain membantu mencegah anak melihat atau mengirimkan konten gambar tanpa busana lewat Messages, FaceTime, serta aplikasi lain yang mendukung, fitur ini sekarang sanggup mendeteksi konten gambar maupun video yang memuat unsur darah atau kekerasan sebelum disajikan kepada anak.

 

Terkini