JAKARTA - Pelatih AC Milan Ruben Amorim memastikan tim asuhannya tidak menerapkan sistem permainan yang kaku, melainkan mengusung pendekatan yang fleksibel dengan berbagai variasi permainan.
"Hal pertama adalah kami tidak memiliki sistem yang kaku. Kami akan menggunakan berbagai cara bermain yang berbeda," kata Ruben Amorim dalam konferensi pers jelang pertandingan pramusim melawan Chelsea di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan Amorim saat menanggapi pertanyaan mengenai strategi yang bakal diterapkannya sebagai juru taktik baru AC Milan.
Pelatih asal Portugal yang bergabung dengan klub raksasa Serie A pada Juni itu menjelaskan bahwa mengandalkan sistem kaku dengan satu formasi saja bukanlah pendekatan yang tepat untuk melakoni laga.
Menurutnya, terdapat banyak metode untuk membangun serangan, sebagaimana setiap tim memiliki gaya bermain yang sanggup berubah di tengah pertandingan.
"Jadi, saat ini bukan soal sistem, melainkan bagaimana kami memainkan permainan kami," katanya.
Amorim menyampaikan bahwa timnya memperlihatkan tren positif pada laga pramusim terakhir saat menghadapi Inter Milan jika dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya melawan Celtic.
Ia menilai salah satu tantangan utamanya adalah meningkatkan ketahanan fisik para pemain agar mampu menjalankan gaya bermain berintensitas tinggi, seperti memperbanyak sprint, melakukan tekanan, dan menjaga kebugaran sepanjang laga.
Kendati demikian, Amorim mengakui bahwa anak asuhnya belum sepenuhnya konsisten dalam menjalankan variasi strategi setelah baru menjalani dua laga pramusim.
"Kami juga terus berlatih pada saat yang sama, dan saya rasa tantangan terbesar saat ini adalah membangun kondisi fisik yang kami butuhkan untuk memainkan gaya permainan tersebut," katanya.
AC Milan bakal melanjutkan rangkaian tur pramusim mereka dengan menantang Chelsea di SUGBK, Senayan, Jakarta, pada Sabtu (8/8). Pertandingan yang diinisiasi oleh promotor Nine Sports tersebut dijadwalkan kick-off pada pukul 19.00 WIB.