219 Penerima MBG di Jayapura Dirawat Akibat Keracunan Makanan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:19:01 WIB
Ilustrasi Karyawan Makan Bergizi Gratis Sedang Menata Makanan.

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwasanya sebanyak 219 penerima manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mendapatkan tindakan medis intensif akibat munculnya dugaan kasus keamanan pangan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk untuk meninjau secara langsung penanganan para pasien di lokasi. Peninjauan tersebut ditujukan guna memastikan para penerima manfaat yang terdampak memperoleh tindakan kesehatan terbaik sekaligus mengevaluasi tata kelola Program MBG.

Mengutip data hingga Kamis (6/8/2026) pukul 15.45 WIT, tercatat ada 219 penerima manfaat yang telah dirawat pada sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Secara rincian, sebanyak 83 pasien menjalani perawatan di RSUD Yowari, 61 pasien di Puskesmas Depapre, 24 pasien di RS Abepura, 21 pasien di RS Kementerian Kesehatan, 20 pasien di RS Dian Harapan, 14 pasien di Puskesmas Sentani, 4 pasien di RS Dok II Jayapura, 2 pasien di Puskesmas Komba, dan 1 pasien di Puskesmas Kampung Harapan.

Dari keseluruhan total tersebut, sebanyak 8 pasien sudah diizinkan kembali ke rumah seusai kondisi fisik mereka dinyatakan membaik. Sementara itu, 3 pasien mendapatkan rujukan dari RSUD Yowari menuju RS Kementerian Kesehatan guna memperoleh tindakan medis lanjutan.

Trenggono menyampaikan bahwasanya pihak BGN terus membangun koordinasi bersama Pemprov Papua, pemkab setempat, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, hingga seluruh pemangku kepentingan untuk menjamin penanganan pasien secara maksimal serta mengawal proses investigasi yang berjalan.

"Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini. Namun demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, sehingga seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi," kata Trenggono dalam keterangan persnya, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Ia menambahkan pula bahwasanya temuan dari investigasi kelak bakal dijadikan fondasi dalam menyempurnakan sistem pengawasan mutu, jaminan keamanan pangan, hingga pembenahan standar operasional prosedur di seluruh jenjang Program MBG.

"Kami memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik serta memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerima," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sewaktu mendarat di Jayapura, rombongan BGN terlebih dulu menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama Pemprov Papua demi mempercepat penanganan terhadap para korban terdampak.

Usai merampungkan rapat, Trenggono memantau beberapa titik fasilitas kesehatan yang merawat korban, yakni Puskesmas Depapre, Aula Kantor Distrik Depapre, hingga RSUD Yowari. Ia juga mengecek Dapur SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua untuk memeriksa proses pengolahan makanan, yang mana operasional dapur tersebut kini dihentikan sementara selama masa investigasi.

Terkini