JAKARTA - Dua orang dengan ukuran baju yang sama tidak selalu mendapatkan tampilan serupa karena bentuk bahu, pinggang, dada, dan kaki berpengaruh pada jatuhnya pakaian di tubuh. Dengan memahami proporsi tubuh, proses memilih dan mengenakan pakaian menjadi lebih sederhana. Lantas, bagaimana cara menentukan pakaian berdasarkan bentuk tubuh? Berikut beberapa hal yang patut diperhatikan.
1. Tubuh persegi panjang Pria bertipe persegi panjang umumnya memiliki lebar bahu, pinggang, dan pinggul yang sejajar, sehingga siluet fisiknya cenderung lurus. Bagi pemilik postur ini, busana oversized sebaiknya dihindari karena berisiko membuat tubuh tampak "tenggelam". Pilihan ideal adalah potongan yang mengikuti lekuk tubuh namun tetap menegaskan area pinggang. Selain itu, permainan motif garis horizontal dapat dimanfaatkan untuk memberi ilusi tubuh lebih berisi, sementara luaran seperti blazer atau jas bisa disesuaikan di bagian belakang agar kontur pinggang lebih terdefinisi.
2. Tubuh segitiga Karakteristik tubuh segitiga ditandai oleh bahu dan dada yang lebih ramping dibandingkan pinggang serta pinggul. Strategi utamanya adalah mengalihkan fokus ke bagian atas tubuh melalui eksplorasi warna, motif, atau struktur pakaian. Penggunaan pola garis vertikal direkomendasikan untuk menghadirkan ilusi tubuh lebih tinggi dan jenjang. Dalam memilih outerwear, jaket berstruktur tegas pada bahu lebih disarankan daripada model bomber yang membuat garis bahu tampak melandai.
3. Tubuh trapesium Postur trapesium ditandai bahu lebar, pinggang relatif ramping, dan tampilan atletis yang seimbang. Proporsi ini sering menjadi standar acuan industri busana pria dalam merancang pola pakaian. Pria dengan bentuk tubuh ini relatif fleksibel mengenakan pakaian berpotongan slim, seperti kemeja pas badan, celana jins rapi, hingga blazer yang mengikuti siluet pinggang.
Kendati demikian, hindari pakaian yang terlalu ketat agar kesan rapi tetap terjaga. Bentuk tubuh atletis relatif mudah dipadupadankan. Dalam wawancaranya dengan Men’s Health, penata gaya selebritas Ilaria Urbinati mengatakan, “Pria tinggi dengan tubuh berotot dan proporsi yang seimbang biasanya paling mudah didandani. Mereka memang terlihat bagus dalam segala hal.”
4. Tubuh segitiga terbalik Tipe segitiga terbalik identik dengan pria yang rutin melatih otot, dengan bahu, dada, dan lengan tampak dominan padat, sementara bagian pinggang hingga kaki menyempit. Kunci berbusana tipe ini terletak pada pemilihan pakaian berdesain minim detail yang pas menempel di tubuh.
Pakaian terlalu longgar akan menyamarkan definisi otot, sementara pakaian terlampau ketat justru terlihat tidak seimbang. Kemeja lengan pendek berpotongan slim dan celana berpotongan lurus dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, celana skinny sebaiknya dihindari karena membuat perbedaan tubuh bagian atas dan bawah terlihat ekstrem.
5. Tubuh oval Pada tipe tubuh oval, lingkar pinggang menjadi area paling lebar dibandingkan bahu dan dada. Pendekatan utamanya difokuskan untuk menciptakan ilusi tubuh lebih jenjang sekaligus menyuntikkan struktur pada tubuh bagian atas. Oleh karena itu, hindari pakaian yang menekan atau ketat di area perut.
Busana dengan struktur bahu kokoh, potongan sedikit meruncing di bawah, serta penggunaan garis horizontal dapat membantu menyeimbangkan proporsi visual. Sentuhan akhir pada alas kaki juga penting: penggunaan sneakers ber-sol tebal atau sepatu model Derby dapat memberi tambahan tinggi badan secara instan sehingga siluet tubuh tampak proporsional.