Sekolah Rakyat Bantu 43 Ribu Anak Putus Sekolah, Teddy Beber Prestasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 19:02:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto bakal meresmikan 166 Sekolah Rakyat [FOTO: NET].

JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membantah anggapan bahwa program Sekolah Rakyat tidak berkualitas, serta menegaskan bahwa skema ini tidak hanya bertujuan membawa anak-anak putus sekolah kembali mengenyam pendidikan, melainkan juga menjamin mereka memperoleh layanan pendidikan yang layak dan bermutu.

Pernyataan tersebut disampaikan Teddy lewat rilis pers tertulis yang diunggah pada akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, @sekretariat.kabinet, pada Minggu (9/8/2026).

“Sekolah Rakyat tidak bermutu, kata siapa?” ujar Teddy.

Teddy menerangkan, hingga Agustus 2026, terdapat lebih dari 43.000 anak yang mulanya tidak mengenyam pendidikan atau mengalami putus sekolah telah mendapatkan kesempatan belajar lewat program Sekolah Rakyat. Agenda ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto guna membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang sempat kehilangan hak belajar.

Menurut Teddy, Sekolah Rakyat tidak sebatas menjadi wadah anak-anak untuk kembali belajar. Para peserta didik juga memperoleh aneka dukungan, mulai dari akomodasi tempat tinggal, asupan makanan, fasilitas kesehatan, pendidikan ilmu dan adab, hingga sarana belajar yang memadai.

“Bukan sekadar kembali ke bangku sekolah, mereka mendapat tempat tinggal, makan, layanan kesehatan, pendidikan ilmu dan adab, serta fasilitas belajar yang sangat layak,” kata Teddy.

Ia menilai kelengkapan fasilitas serta pendampingan tersebut krusial agar anak-anak tidak cuma meraih pendidikan formal, tetapi juga mempunyai kesempatan merancang masa depan.

“InsyaAllah di sini, di sekolah rakyat, anak-anak yang dulunya di jalanan kini dapat bermimpi besar, bercita-cita tinggi," ucapnya.

Prestasi Siswa Sekolah Rakyat

Teddy turut menyoroti capaian prestasi yang diraih oleh para peserta didik Sekolah Rakyat. Salah satunya dibuktikan oleh tujuh siswa dari SRMA 26 Makassar yang sukses menyabet gelar juara di pelbagai ajang perlombaan.

Ketujuh pelajar tersebut dilaporkan berhasil mengukir prestasi dalam Olimpiade Nasional Indonesia (ONI), Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD), serta Airlangga Competition untuk cabang Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, hingga Sejarah.

“Di sini akan lahir anak-anak yang tidak hanya pintar, tetapi juga anak-anak yang beradab," ujar Teddy.

Teddy sebelumnya juga menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memang diperuntukkan bagi anak-anak dari latar belakang keluarga prasejahtera, termasuk mereka yang mengalami putus sekolah atau belum pernah mengecap pendidikan formal. Pihak pemerintah menargetkan perluasan jangkauan program ini di beragam pelosok Indonesia.

Beri Perhatian Kepada Siswa dengan Masalah Penglihatan

Saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat di area Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026), Teddy berinteraksi langsung dengan para siswa dan calon siswa pada agenda persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dalam momen itu, Teddy memberikan perhatian khusus kepada seorang murid bernama Rizky yang memiliki masalah pada mata dan fungsi penglihatannya. Rizky mengutarakan niatnya untuk berobat, namun terhalang kendala biaya. Teddy lantas menjamin seluruh biaya pengobatan siswa tersebut bakal ditanggung.

“Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja.” ujar Teddy kepada Rizky.

Kunjungan itu menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkenalkan Sekolah Rakyat kepada anak-anak yang sebelumnya tidak mendapatkan akses pendidikan. Teddy menggarisbawahi bahwa para siswa tidak hanya diminta belajar di ruang kelas, melainkan turut dibekali dorongan untuk membangun rasa percaya diri serta memupuk cita-cita besar.

“Mereka juga didorong untuk berani bermimpi dan memiliki cita-cita besar.” kata Teddy.

Teddy mengungkapkan, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan sanggup menjadi jembatan bagi anak-anak yang sebelumnya terpinggirkan dari dunia pendidikan untuk kembali meraih masa depan.

“Dari sinilah, cita-cita besar dapat mulai tumbuh," tandas Teddy.

Aktivitas Teddy di Sekolah Rakyat Curug tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda pemerintah dalam memperluas jangkauan pendidikan. Pada penghujung Agustus 2026, pemerintah mematok target sekitar 50 hingga 100 unit Sekolah Rakyat baru dapat mulai beroperasi aktif di pelbagai kawasan Indonesia.

Terkini