Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Maksimal Karhutla pada 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:10:31 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto.

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan tegas agar upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Indonesia dilaksanakan secara maksimal dan terpadu.

Merespons instruksi Presiden, pemerintah melancarkan langkah penanggulangan secara intensif, mulai dari pemantauan titik api, persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pengeboman air (water bombing), hingga pengerahan armada pesawat dan helikopter untuk mempercepat pemadaman.

“Dalam rangka atau dari masa El Nino ini, masih banyak terjadi karhutla-karhutla di sebagian wilayah Indonesia. Beberapa yang sangat banyak jumlah titik api adalah di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Tengah, dan yang cukup besar terjadi di Jawa Timur, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah secara berkala memantau perkembangan karhutla di pelbagai daerah di tengah paparan cuaca yang amat kering.

Ia menambahkan, perhatian serius pemerintah salah satunya tertuju pada insiden kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur.

Di samping itu, pemerintah pusat terus menjalin koordinasi erat dengan pemerintah daerah beserta instansi terkait demi mempercepat pemadaman dan mengantisipasi perluasan titik api.

“Untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya untuk sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas,” tuturnya.

Selain memperkuat tindakan di lapangan, pemerintah turut mematangkan penggunaan teknologi modern guna menunjang pengendalian karhutla.

Prasetyo menuturkan bahwa pihak pemerintah telah menggelar rapat koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna merencanakan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Kendati demikian, Prasetyo menggarisbawahi bahwa efektivitas modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi teknis di atmosfer sehingga tidak bisa diterapkan di semua lokasi.

Pemerintah terus memantau dinamika situasi sembari menyiagakan beragam fasilitas pendukung, seperti helikopter water bombing dan pesawat pemadam sesuai arahan Presiden.

“Semua dimonitor kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam, hari ini semua kami koordinasikan,” jelas Prasetyo.

Di sisi lain, Prasetyo turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi timbulnya kebakaran.

Kondisi cuaca yang sangat kering saat ini dinilai membuat berbagai area makin rentan terhadap percikan api sekecil apa pun yang berisiko memicu kebakaran hebat.

"Kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kami mawas diri, menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali,” imbuhnya.

Terkini