Ciptakan Nilai Ekonomi Baru, MIND ID Kembangkan Logam Tanah Jarang

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:41:01 WIB
Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan [FOTO: NET].

JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperluas program hilirisasi bauksit dengan menggarap potensi logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth elements (REE) guna mendulang nilai ekonomi baru.

“Jika Indonesia mampu memisahkan LTJ dari mineral ikutannya secara ekonomis dan efisien, sesungguhnya Indonesia sudah menjadi negara pengolah LTJ,” kata Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Seiring meluasnya hilirisasi, ia menyampaikan bahwa perusahaan memandang perlu adanya langkah penguatan rantai pasok dengan mengoptimalkan setiap potensi dalam proses pengolahan mineral.

MIND ID telah melepas pengiriman 3.013,5 ton Alumina Hydroxide dan 1.740 ton Alumina Oxide atau Chemical Grade Alumina (CGA) dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, menuju negara tujuan Korea Selatan, Jepang, Taiwan, serta Tiongkok.

Momentum tersebut diyakini membuktikan bahwa produk bernilai tambah hasil hilirisasi bauksit Indonesia sanggup menembus pasar internasional.

LTJ dijadikan sasaran fokus perusahaan lantaran keberadaannya dapat dijumpai pada mineral alami maupun sumber non-konvensional, mencakup residu bauksit, terak nikel, hingga produk sampingan dari pengolahan timah.

Walau demikian, Dany mengutarakan bahwa pengembangan LTJ memerlukan kepastian regulasi, khususnya karena beberapa unsur LTJ muncul sebagai kandungan ikutan dengan kadar yang tergolong sangat rendah.

Ia berharap tersedia batasan kadar kandungan yang terang dan proporsional untuk membedakan LTJ sebagai komoditas mineral utama maupun unsur ikutan dalam produk ekspor.

“Kepastian tersebut penting karena keberadaan LTJ dalam kadar rendah tidak serta-merta menjadikan suatu komoditas layak diekstraksi sebagai produk LTJ. Unsur seperti serium dan lantanum, misalnya, dapat ditemukan hingga satuan part per million (ppm),” kata Dany menjelaskan.

Guna membangun kapasitas tersebut, MIND ID bersama Badan Industri Mineral (BIM) serta dukungan dari BRIN sedang merancang peta jalan teknologi pengolahan dan pemurnian LTJ tingkat nasional, yang mencakup pemetaan sumber bahan baku sekaligus teknologi pendukungnya.

Langkah pengembangan LTJ dipandang amat strategis karena dibutuhkan oleh beragam industri masa depan, mulai dari kendaraan listrik, energi terbarukan, perangkat elektronik, hingga sektor manufaktur berteknologi tinggi.

“MIND ID terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kemandirian industri nasional sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia,” ujar dia.

Terkini