7 Bahasa Tubuh Kucing Ini Punya Makna Tertentu yang Wajib Dipahami

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:04:01 WIB
Ilustrasi Kucing perilaku menggosokkan kepala.

JAKARTA - Meskipun tidak bisa berbicara secara lisan, kucing memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan emosi dan pesan. Gerakan ekor, gestur telinga, hingga kebiasaan menggosokkan tubuh ke kaki pemilik merupakan sarana komunikasi hewan ini.

Setiap gerakan kucing tidak selalu memiliki satu arti tunggal. Pemilik perlu memperhatikan konteks dan kombinasi bahasa tubuhnya secara menyeluruh.

Ragam Bahasa Tubuh Kucing dan Maknanya
Pertama, posisi ekor yang tegak menandakan suasana hati yang positif dan nyaman saat menyapa manusia. Sebaliknya, ekor yang mengembang, diselipkan, atau menghentak cepat mengindikasikan rasa takut, cemas, atau tegang.

Kedua, gerakan slow blink atau menyipitkan mata secara perlahan merupakan bentuk interaksi positif atau ekspresi kasih sayang, yang sering disebut sebagai cat kiss.

Ketiga, perilaku menggosokkan kepala (head bunting) atau tubuh ke kaki pemilik tidak sekadar wujud manja, melainkan bentuk komunikasi sosial untuk menandai aroma pada orang yang dianggap dekat.

Keempat, suara mendengkur (purring) tidak selalu berarti rileks. Kucing juga bisa mendengkur saat merasa kesakitan, stres, atau mencoba menenangkan diri.

Kelima, posisi telinga mendatar ke belakang mengindikasikan kucing sedang takut, cemas, atau defensif. Bila disertai pupil melebar dan desisan, sebaiknya berikan ruang bagi kucing.

Keenam, memperlihatkan perut saat telentang menunjukkan rasa aman. Namun, jika otot tubuhnya menegang dan cakar siap digunakan, posisi ini dapat menjadi wujud pertahanan diri.

Ketujuh, kebiasaan menekan atau "memijat" (kneading) objek menggunakan kaki depan merupakan perilaku nostalgia sejak masa menyusu yang menandakan rasa nyaman dan aman.

Terkini