JAKARTA - Kurs nilai tukar rupiah atas dolar AS pada penutupan sesi perdagangan Senin melonjak 142 poin atau 0,79 persen menuju posisi Rp17.755 per dolar AS, berbalik menguat dibandingkan penutupan lalu di level Rp17.897 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengamati bahwa penguatan nilai tukar rupiah ini didorong oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang bertahan pada rentang optimistis.
“Konsumen secara umum masih optimistis terhadap kondisi ekonomi, meski tingkat keyakinannya terus menurun dalam tiga bulan terakhir,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Laporan Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa IKK periode Juli 2026 mengalami penurunan ke angka 116,8 dari posisi 117,8 pada Juni 2026, yang mana koreksi ini tercatat sebagai penurunan tiga bulan berturut-turut.
Dinamika ini mencerminkan tren masyarakat konsumen yang mulai bersikap kian cermat dalam membaca peta perekonomian dan menetapkan belanja.
Walau demikian, nilai IKK yang konsisten berada di atas ambang 100 menandakan masyarakat secara umum masih menaruh optimisme terhadap dinamika ekonomi.
Apabila tren perlambatan terus berlanjut, Ibrahim menilai ruang ekspansi konsumsi publik berpotensi ikut tertekan lantaran rumah tangga bakal menahan belanja serta kian selektif membagi porsi pendapatan.
“Dengan demikian, perkembangan IKK pada bulan-bulan berikutnya menjadi penting untuk melihat seberapa kuat daya tahan konsumsi domestik di tengah berbagai tantangan ekonomi,” ungkap dia.
Di sisi lain, sentimen segar bersumber dari kabar Presiden RI Prabowo Subianto yang resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif kepada DPR RI. Kepastian pencalonan ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan ke pimpinan DPR demi mengisi tampuk pimpinan bank sentral.
Beralih ke sentimen global, pasar diwarnai harapan atas potensi tercapainya kesepakatan antara Iran dan Oman guna membuka kembali alur pelayaran Selat Hormuz.
Kendati Iran pada Minggu (9/8) mengonfirmasi negosiasi bersama Oman telah memasuki fase akhir, pihaknya menegaskan rute maritim tersebut baru akan dibuka usai Washington menuntaskan syarat lain, termasuk pembayaran kompensasi dari AS atas rangkaian insiden serangan.
Selain itu, mulai melandainya kecemasan publik terkait inflasi AS mendorong para pelaku pasar mengikis ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Federal Reserve (Fed).
“Apalagi, bersama dengan angka ketenagakerjaan yang lemah, hal ini semakin mengurangi ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang,” kata Ibrahim.
Merujuk kalkulasi CME FedWatch Tool, estimasi pasar kini menempatkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September di angka 42 persen, melandai dari posisi pekan lalu yang menyentuh 67 persen.
Memasuki sepekan ke depan, dinamika pasar bakal tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS periode Juli pada Rabu (12/8), di mana ekonom memproyeksikan inflasi tahunan melandai tipis dari 3,5 persen menjadi 3,4 persen, seiring CPI Inti yang diproyeksikan turun dari 2,6 persen ke 2,5 persen.
Sementara itu, acuan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turut ditutup menguat pada level Rp17.795 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.913 per dolar AS.