Kemenpar Jalin Kolaborasi Global Demi Perkuat Daya Saing Wisata RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 04:55:32 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa pihak pemerintah secara gencar membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan mancanegara guna mendongkrak daya saing sekaligus kualitas destinasi pariwisata nasional.

“Tujuan kami jelas, menjadikan pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja, sumber devisa, sekaligus jalan menuju pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Salah satu wujud nyata dari kemitraan tersebut tercermin dari agenda kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi, yang sempat melawat ke Kompleks Candi Prambanan pada Juli 2026 lalu.

Momentum tersebut dioptimalkan guna memperluas promosi pariwisata Indonesia ke pasar India memanfaatkan ekosistem Wonderful Indonesia, media lokal India maupun global, kampanye digital, periklanan, hingga kolaborasi promosi bersama para pelaku industri pariwisata.

Menindaklanjuti lawatan tersebut, Kementerian Pariwisata turut menginisiasi kerja sama terpadu lewat gelaran familiarization trip dengan menggandeng agen perjalanan serta peritel online travel agent dari India.

"Tingginya perhatian masyarakat India terhadap kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan minat mereka untuk datang ke Indonesia, mengenal Prambanan, serta menjelajahi lebih banyak destinasi di berbagai daerah," katanya.

Di sisi lain, Kementerian Pariwisata juga mempererat sinergi bersama Kementerian Sosial yang ditandai lewat penandatanganan Kesepahaman Bersama guna mensukseskan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.

Bentuk dukungan tersebut diwujudkan dengan penyediaan lahan di lingkungan Politeknik Pariwisata NHI Bandung yang dialokasikan bagi pembangunan sarana pendidikan beserta deretan fasilitas penunjangnya.

Kerja sama interkementerian ini juga mencakup penguatan kurikulum sadar wisata, penyelarasan program peningkatan kesejahteraan sosial di kawasan desa wisata dan destinasi, hingga penyusunan skema pendidikan lanjutan bagi para lulusan Sekolah Rakyat.

Kementerian Pariwisata bahkan bakal mengalokasikan porsi kuota sebesar 20 persen bagi para lulusan Sekolah Rakyat agar dapat menempuh studi di Politeknik Pariwisata lewat jalur beasiswa.

Widiyanti turut menambahkan, keterlibatan Kementerian Pariwisata pada Rapat Koordinasi Tingkat Menteri perihal pengembangan kawasan Bali yang dipimpin Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menjadi langkah konkret mewujudkan pembangunan pariwisata yang merata.

Sebagai tindak lanjutnya, pemerintah akan merumuskan masterplan dispersi wisatawan guna mengurangi pemusatan kunjungan di Bali Selatan, sekaligus mempercepat akselerasi destinasi di wilayah Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat.

Upaya pengembangan tersebut bakal diintegrasikan bersama pembenahan konektivitas, fasilitas pelayanan dasar, tata kelola lingkungan, hingga program pemberdayaan masyarakat setempat.

Selanjutnya dalam rangka memoles kualitas destinasi, kunjungan kerja juga dilangsungkan ke Belitung guna memantau kesiapan revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan bergulir pada Agustus 2026.

Dukungan penuh Kementerian Pariwisata direalisasikan lewat pemasangan rambu-rambu di geosite prioritas, penyelenggaraan seminar internasional, hingga penyediaan papan informasi dwibahasa.

Agenda peninjauan tersebut turut diwarnai peresmian integrasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) lewat Koperasi Desa berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi.

Langkah ini diambil demi memperkuat ekosistem desa wisata, menggembleng kapasitas usaha warga, memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, serta memastikan faedah pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Pemantauan serupa turut menyasar wilayah Jawa Timur, tepatnya di Geopark Ijen, guna menyongsong revalidasi UNESCO Global Geopark dengan target utama mempertahankan predikat green card.

Di samping itu, Kementerian Pariwisata konsisten menggalakkan pengembangan pariwisata berkualitas lewat aneka produk wisata minat khusus.

Satu di antaranya pada sektor penyelenggaraan acara, di mana Kementerian Pariwisata memberikan sokongan terhadap 125 event daerah yang terangkum dalam Karisma Event Nusantara 2026 di 38 provinsi.

Hingga kurun akhir Juli, sebanyak 61 event telah rampung dihelat.

Dari evaluasi terhadap 47 event, tercatat pergerakan 4,77 juta pengunjung dengan nilai transaksi ekonomi langsung menyentuh Rp276,84 miliar serta berhasil melibatkan ribuan UMKM, pekerja seni, hingga tenaga kerja lokal.

Terkini