Permainan Tradisional Jadi Alternatif Kurangi Waktu Gawai Anak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:20:31 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengemukakan bahwa permainan rakyat masa lampau merupakan instrumen mujarab guna memangkas kebiasaan anak dalam menatap gawai atau durasi layar (screen time) yang berlebih.

"Sejak Peringatan Hari Anak Nasional 2025, kami mendorong permainan tradisional sebagai solusi untuk anak-anak kami agar tidak berlebihan menggunakan gawai. Kami menyampaikan apresiasi kepada Tanoker Ledokombo yang konsisten menginisiasi festival ini dari tahun ke tahun," kata Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Pernyataan tersebut diutarakannya sewaktu mendatangi perhelatan Festival Egrang ke-14 Tanoker Ledokombo yang bertempat di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Ia memandang kegiatan festival ini sebagai langkah taktis berbasis masyarakat guna menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus membangun watak anak.

"Bagi saya ini perhelatan luar biasa karena berangkat dan tumbuh dari akar rumput, serta kesadaran masyarakat untuk membangun Ledokombo dan Jember menjadi lebih mandiri serta berdaya," kata Arifah Fauzi.

Berdasarkan pandangannya, ragam permainan konvensional semisal egrang adalah warisan leluhur yang dari dulu berfungsi sebagai wadah interaksi, kolaborasi, dan perekat solidaritas sosial.

Ia melengkapi bahwa aktivitas bermain tradisional kaya akan muatan esensial kehidupan, mencakup semangat gotong royong, sportivitas, kecakapan komunikasi, sikap saling menghormati, kesederajatan, sampai kebersamaan.

Lewat permainan warisan leluhur tersebut, anak-anak dilatih untuk berinteraksi secara dinamis, sementara kalangan keluarga serta warga memperoleh ruang terbuka guna mempererat hubungan kekeluargaan.

"Mudah-mudahan ini menjadi solusi bersama agar anak-anak dapat memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Di sisi lain, Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa kunjungan Menteri PPPA tersebut menjadi tonggak krusial guna menyelaraskan program pemerintah daerah bersama kebijakan tingkat pusat.

"Komitmen Kabupaten Jember akan terus sesuai dengan arahan Presiden dan Ibu Menteri PPPA, bagaimana anak-anak termasuk lansia mempunyai hak yang harus dipenuhi, termasuk pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, termasuk festival," kata Fawait.

Pada momen yang berbarengan, sepuluh kepala desa di wilayah Kecamatan Ledokombo turut melakukan pembacaan ikrar komitmen pemajuan Ruang Bersama Indonesia.

Terkini