Tren Bullish, Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat Hari Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 01:05:01 WIB
Pegawai menunjukan emas batangan [FOTO: NET].

JAKARTA — Harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Pergerakan tersebut ditopang oleh masuknya arus pembelian, indikator teknikal yang kuat, serta meningkatnya minat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar global.

Berdasarkan data Kitco, harga emas di pasar spot tercatat naik 0,62% atau 27 poin ke posisi US$4.415 per troy ounce pada pukul 10.48 WIB.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan struktur teknikal emas pada time frame harian masih memperlihatkan tren bullish yang kuat. Harga diperkirakan mengarah ke area resistance 4.484 hingga 4.592 sebagai sasaran kenaikan berikutnya.

"Selama indikator Stochastic belum memasuki fase pelemahan atau membentuk sinyal pembalikan arah, peluang kenaikan harga masih tetap terbuka," kata Geraldo dalam risetnya, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, harga emas yang terus mencatatkan level tertinggi baru menjadi indikasi bahwa buyer masih menguasai pasar. Hal tersebut menunjukkan tekanan pembelian masih lebih besar dibandingkan tekanan jual.

Geraldo menilai koreksi harga yang berlangsung ketika momentum bullish masih terjaga cenderung menjadi bagian dari dinamika perdagangan dalam jangka pendek. Meski demikian, trader tetap perlu menerapkan manajemen risiko, khususnya saat harga semakin mendekati area resistance.

Dari sisi fundamental, penguatan emas juga ditopang oleh meningkatnya ketertarikan investor terhadap aset safe haven. Ketidakpastian mengenai kondisi di Selat Hormuz kembali menjadi perhatian pasar mengingat jalur pelayaran tersebut memiliki peranan strategis dalam distribusi energi global.

Potensi gangguan pada jalur strategis tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia. Situasi itu berpotensi membuat investor mengalihkan sebagian portofolionya ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk emas.

Selain faktor geopolitik, Dupoin Futures mencatat harga emas telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir. Kondisi tersebut juga mendorong munculnya fenomena fear of missing out atau FOMO di antara investor yang berusaha mengikuti tren penguatan harga.

Permintaan emas fisik dari China turut menjadi faktor pendukung. Peningkatan pembelian dari salah satu negara dengan konsumsi emas terbesar dunia dinilai dapat memperkuat dasar penguatan harga logam mulia.

Di sisi lain, pelaku pasar akan memperhatikan publikasi Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator utama yang memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Dupoin Futures menilai perlambatan inflasi AS dapat memperbesar peluang penurunan suku bunga The Fed sehingga memberikan sentimen positif terhadap emas.

Sebaliknya, apabila inflasi tetap tinggi atau meningkat melampaui perkiraan, ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih panjang berpotensi menguat. Kondisi tersebut dapat menopang dolar AS sekaligus membatasi penguatan harga emas dalam jangka pendek.

Terkini