Freeport Targetkan Tambang Bawah Tanah Baru Beroperasi pada 2029

Selasa, 11 Agustus 2026 | 01:36:32 WIB
PT Freeport Indonesia (PTFI).

JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan operasional tambang bawah tanah baru yang tengah dikembangkan perusahaan dapat dimulai pada tahun 2029 mendatang.

Area tambang berniat diberi nama Kucing Liar ini diharapkan mampu menjadi penopang utama produksi tembaga dan emas PTFI dalam jangka waktu sepuluh tahun.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyatakan alokasi investasi yang telah disalurkan untuk pengerjaan proyek tersebut menembus angka kisaran US$ 1,4 miliar atau setara Rp 25 triliun.

Lokasi tambang baru itu berada di area operasional Grasberg, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

"Sekarang kami kan mulai (mengembangkan) Kucing Liar, nanti kira-kira tahun 2029, mulai ditambang. Sekarang development," ungkap Tony ditemui di Jakarta, dikutip Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan publikasi resmi Freeport-McMoRan (FCX), pengerjaan deposit Kucing Liar sebenarnya sudah digulirkan sejak 2022 sebagai bagian dari rencana jangka panjang dalam menjaga kesinambungan tingkat produksi di wilayah Grasberg.

"Sejak tahun 2022, PTFI telah melaksanakan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar yang terletak di kawasan mineral Grasberg," tulis laporan kinerja Semester I-2026 Freeport-McMoRan (FCX), dikutip Rabu (5/8/2026).

Lebih lanjut, volume produksi dari tambang Kucing Liar diproyeksikan mulai menanjak bertahap (ramp-up) sekitar tahun 2030 hingga menyentuh batas kapasitas desain sebesar 130.000 metrik ton bijih harian.

Ketika berada pada tingkat operasional penuh, Kucing Liar diperkirakan sanggup menghasilkan rata-rata 750 juta pon tembaga serta kisaran 735.000 ons emas saban tahunnya.

Kehadiran unit tambang baru ini diharapkan dapat menopang stabilitas produksi berskala besar milik PT Freeport Indonesia di kawasan Grasberg secara berkelanjutan.

Sampai dengan posisi 30 Juni 2026, PTFI tercatat sudah mengucurkan dana investasi sebesar US$ 1,4 miliar atau setara Rp 25 triliun untuk merealisasikan proyek tambang Kucing Liar.

Pihak manajemen memprediksi kebutuhan modal tambahan untuk merampungkan proyek tersebut dapat menembus angka US$ 4 miliar atau setara Rp 71,69 triliun hingga periode 2033.

Terkini