Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Sebut Presiden Prabowo Veteran Timor Timur

Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:10:01 WIB
Menteri Partai RI Sjafrie Sjamsoeddin [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto merupakan salah satu figur sosok veteran pembela kemerdekaan yang ikut berjuang di wilayah Timor Timur. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sjafrie tatkala dirinya mengutarakan penyampaian pesan khusus dari Prabowo berupa ucapan selamat memperingati Hari Veteran Nasional 2026 kepada segenap para veteran di seluruh penjuru Indonesia.

“Izinkan saya untuk menyampaikan salam dan ucapan selamat Hari Veteran Nasional 2026 kepada seluruh warga Veteran Republik Indonesia dari Bapak Presiden Republik Indonesia yang juga sebagai salah seorang warga veteran pembela kemerdekaan di Timor Timur pada waktu tahun 1976,” kata Sjafrie di Balai Sudirman Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Di samping menyampaikan titipan pesan salam dari Kepala Negara, Sjafrie turut melayangkan ucapan selamat Hari Veteran Nasional secara langsung kepada para sesepuh veteran yang berasal dari unsur institusi TNI maupun Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Sjafrie kemudian memberikan penekanan yang kuat mengenai urgensi meneruskan nilai-nilai luhur kepahlawanan dan perjuangan yang telah diwariskan oleh para veteran kepada generasi bangsa penerus estafet kepemimpinan.

Menurut pandangannya, kalangan generasi muda wajib hukumnya untuk terus merawat serta menyalakan semangat cinta Tanah Air, sikap patriotisme yang tinggi, semangat persatuan nasional yang kokoh, serta kerelaan berkorban demi kepentingan bangsa dan negara tercinta.

“Dan kami generasi penerus, generasi muda, siap untuk rela berkorban sebagai inspirasi bagi seluruh anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan menuju Indonesia Maju,” kata Sjafrie.

Sebagai catatan historis, Republik Indonesia tercatat melancarkan aksi intervensi ke wilayah Timor Timur pada tanggal 7 Desember 1975 melalui sandi operasi militer bernama Operasi Seroja. Kebijakan operasi tersebut digulirkan sebagai bentuk respons tegas atas langkah sepihak Partai Fretilin yang mendeklarasikan kemerdekaan Republik Demokratis Timor Timur pada tanggal 28 November 1975.

Operasi Seroja sendiri dikenal luas sebagai salah satu agenda operasi militer terbesar yang pernah dicatatkan dalam sejarah Indonesia, dengan mengerahkan dan melibatkan seluruh unsur kecabangan angkatan bersenjata secara paripurna, mulai dari unsur Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), hingga jajaran Angkatan Udara (AU).

Peristiwa pertempuran bersenjata yang berkecamuk dalam operasi tersebut diperkirakan telah menelan korban jiwa mencapai sekitar 100.000 hingga 180.000 orang, yang terdiri dari gabungan personel aparat militer maupun masyarakat sipil.

Terkini