Metrodata Electronics Pacu Bisnis Solusi Teknologi di Semester II 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 02:16:32 WIB
PT Metrodata Electronics Tbk.

JAKARTA - PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) memproyeksikan alokasi belanja data artificial intelligence (AI), cybersecurity, hingga infrastruktur teknologi informasi dari sektor korporasi bakal menjadi mesin utama penggerak kinerja perseroan pada semester II 2026.

Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja menyampaikan bahwa perseroan berfokus mengandalkan laju pertumbuhan pada lini Business Solutions and Consulting di paruh kedua tahun ini, usai performa semester I 2026 disokong dominan oleh unit distribusi.

Menurut pemaparannya, jika sebelumnya jajaran korporasi sempat mengambil sikap menanti (wait and see), saat ini pemenuhan investasi di bidang teknologi makin mendesak, khususnya untuk pengembangan AI, tata kelola data, keamanan siber, dan peranti infrastruktur TIK.

Susanto menggarisbawahi bahwaMemasuki paruh kedua tahun ini, jajaran dunia usaha pada akhirnya harus mengeksekusi rencana anggaran belanja IT. Penundaan investasi justru berpotensi menimbulkan risiko bisnis yang lebih besar di tengah tingginya ancaman siber.

"Perusahaan yang tadinya banyaknya wait and see, sekarang mau tidak mau investasi IT harus direalisasikan juga. Mereka perlu investasi untuk data dan AI, untuk cybersecurity," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Menghadapi paruh kedua 2026, MTDL merancang strategi khusus untuk menyerap potensi belanja IT korporasi, terutama pada pengerjaan proyek AI, pengolahan data, cybersecurity, serta variasi solusi digital lainnya.

Pihak emiten berupaya mempercepat alur negosiasi sampai realisasi penandatanganan proyek agar porsi kontribusi dari divisi solusi dan konsultasi terangkat pesat, dibarengi kepastian proses pengiriman serta implementasi yang terukur.

"Semester II/2026, kami berupaya untuk menyasar belanja korporasi untuk IT termasuk spending AI dan security dan lain-lainnya, supaya kami bisa close the deal," tuturnya.

Melalui penerapan strategi tersebut, MTDL optimistis sanggup menjaga konsistensi laju bisnis hingga penutupan 2026 sekaligus mengamankan target kenaikan laba bersih dan pendapatan di kisaran 10 persen.

Sementara itu pada lini bisnis distribusi, MTDL memegang tingkat kepercayaan diri yang kuat usai mencatatkan lompatan pertumbuhan melampaui 20 persen sepanjang semester I 2026.

Sepanjang enam bulan pertama 2026, MTDL meraup pertumbuhan pendapatan yang solid sebesar 16,7 persen secara tahunan (year on year), disokong penuh oleh bisnis distribusi produk teknologi.

Laju pertumbuhan tersebut bersumber dari dua pilar bisnis utama perseroan, yakni Distribution serta Business Solutions and Consulting. Lini distribusi melonjak di atas 20 persen, sedangkan Business Solutions and Consulting merangkak sekitar 3 persen.

Di lini distribusi, MTDL mengelola bermacam varian produk mulai dari PC, laptop, smartphone, peranti telekomunikasi, hingga commercial product, dengan porsi kontribusi terbesar disumbang oleh unit PC, laptop, dan smartphone.

Lompatan nilai penjualan di sektor distribusi tersebut tak hanya didorong oleh volume transaksi unit, melainkan juga dipicu oleh penyesuaian kenaikan harga produk teknologi.

Susanto menguraikan bahwa eskalasi harga PC dan laptop antara lain disebabkan oleh naiknya harga komponen inti seperti memori dan chip, yang berimbas pada penyesuaian harga jual di pasaran.

Pada segmen smartphone, pertumbuhan turut ditopang oleh pergeseran perilaku konsumen yang kian mengutamakan prinsip efisiensi biaya (value for money) dengan memilih unit yang ramah kantong namun berbekal fitur maksimal.

Salah satu merek ponsel yang disalurkan MTDL adalah Infinix, yang menurutnya sukses mengamankan posisi tiga besar dalam peta persaingan pangsa pasar smartphone tanah air.

Meskipun performa distribusi melaju di atas 20 persen pada semester I 2026, ia menilai ritme pertumbuhan sektor tersebut di semester II 2026 berpotensi bergerak lebih moderat akibat tantangan kenaikan harga serta tekanan daya beli.

Sebaliknya, pihak perseroan mengarahkan optimisme pada peluang pertumbuhan yang lebih ekspansif dari unit Business Solutions and Consulting pada semester II 2026.

Terkini