Polri Bangun 39 Jembatan Pemulihan Akses Bencana di Pulau Sumatera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:45:32 WIB
Persiapan peresmian jembatan merah putih presisi Polri di Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak.

JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendirikan sebanyak 39 jembatan guna mempercepat pemulihan konektivitas warga di sejumlah kawasan Pulau Sumatera yang sempat terdampak bencana alam.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, enam dari keseluruhan jembatan tersebut difungsikan sebagai jembatan bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Sumatera Barat.

"Hal tersebut guna memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah-wilayah terdampak bencana," kata Sigit dalam acara peresmian Jembatan Gantung Merah Putih Presisi di Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Kamis, dikutip dari keterangan dikonfirmasi.

Kapolri menuturkan bahwa secara keseluruhan Polri telah merampungkan pembangunan serta perbaikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara mandiri di 30 jajaran Polda.

Dari total tersebut, sebanyak 874 unit sudah rampung dikerjakan, 17 unit masih dalam pengerjaan, dan empat unit lainnya memasuki tahap perencanaan.

Listyo Sigit menerangkan bahwa 874 jembatan yang telah rampung memiliki total panjang mencapai 19,2 kilometer, menyambungkan 1.314 desa, dan memberi manfaat langsung bagi 2 juta jiwa warga.

Di wilayah Banten sendiri, terdapat 145 jembatan dengan panjang total 3 kilometer yang menghubungkan 203 desa dan dimanfaatkan oleh 500 ribu jiwa.

"Hal ini menjadikan Banten sebagai Polda dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak di antara Polda lainnya," kata Sigit.

Proyek perbaikan ini juga berlangsung masif di daerah lain, seperti Polda Jawa Barat dengan 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan.

Jenderal Listyo Sigit berharap keberadaan jembatan ini dapat memicu efek berganda bagi perekonomian warga melalui kelancaran pengiriman hasil bumi dan aktivitas perdagangan.

"Kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan," imbuhnya.

Ia menegaskan langkah ini merupakan komitmen nyata Polri untuk senantiasa hadir mendampingi masyarakat di berbagai kondisi.

Inisiatif tersebut sekaligus memanifestasikan petunjuk Presiden Prabowo agar unsur TNI-Polri selalu berada di tengah rakyat dan memahami setiap kendala warga.

"Polri kami lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kami laksanakan dan kami bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat," katanya.

Terkini