Transaksi UMKM BISA Ekspor Semester I Capai 251 Juta Dolar AS

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:46:31 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan nilai transaksi lewat Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) sukses menyentuh angka 251 juta dolar AS atau sekitar Rp4,49 triliun selama semester I-2026.

Mendag memaparkan bahwa sekitar 60 hingga 70 persen dari jajaran UMKM yang didampingi melalui skema ini merupakan para pelaku usaha baru yang sebelumnya belum pernah menembus pasar internasional.

“Tahun ini Januari-Juni itu malah (transaksi) sudah 251 juta dolar AS. Itu UMKM yang 60-70 persen belum pernah ekspor. Kami fasilitasi dan tidak pernah ketemu, ya cuma online saja,” kata Budi dalam Peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis.

Program UMKM BISA Ekspor sendiri dirancang oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menjembatani para pelaku usaha domestik dalam membuka jalan menuju pasar luar negeri.

Budi menerangkan bahwa para pengusaha UMKM cukup memperagakan keunggulan produk mereka secara langsung di hadapan jajaran perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, meliputi Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Jaringan perwakilan ini selanjutnya bergerak memfasilitasi pencarian calon pembeli potensial hingga berlanjut ke tahap negosiasi bisnis.

“Bapak Ibu tinggal presentasi ke perwakilan kami di luar negeri ke Atase Perdagangan, ITPC ya. Nanti perwakilan kami, ada ITPC, kemudian mencarikan buyer. Setelah dapat buyer, Bapak Ibu nanti presentasi lagi ke buyer,” ujar Mendag kepada para UMKM yang hadir dalam acara itu.

Sebagai pembanding, Kemendag mencatat sepanjang tahun 2025 program ini telah memfasilitasi 1.217 pelaku usaha dengan total realisasi transaksi sebesar 134,87 juta dolar AS atau setara Rp2,41 triliun.

Perolehan tahun lalu tersebut mencakup pesanan pembelian (purchase order) sebesar 57,45 juta dolar AS (sekitar Rp1,03 triliun) dan potensi kesepakatan transaksi sebesar 77,42 juta dolar AS (sekitar Rp1,38 triliun).

Dengan demikian, capaian 251 juta dolar AS pada periode Januari-Juni 2026 telah melampaui keseluruhan hasil yang diraih program tersebut selama satu tahun penuh di 2025.

Sebelumnya pada Juli 2026, Budi mengekspresikan optimismenya bahwa akumulasi nilai transaksi UMKM BISA Ekspor berpeluang menembus sasaran 300 juta dolar AS atau sekitar Rp5,36 triliun hingga penutupan tahun ini.

Proses pendampingan ekspor ini ditopang oleh kekuatan jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar strategis di 33 negara tujuan.

Lewat simpul jaringan internasional ini, para pelaku usaha lokal tidak hanya mendapatkan peta data pasar tujuan, tetapi juga dipertemukan langsung dengan buyer untuk mencetak peluang kerja sama baru.

Budi turut menyoroti efektivitas platform perdagangan elektronik (e-commerce) sebagai batu loncatan awal bagi UMKM untuk merambah pasar luar negeri melalui penjualan ritel.

Ia menguraikan bahwa transaksi eceran ke konsumen akhir kerap membuka pintu menuju kesepakatan perdagangan antarperusahaan (business-to-business/B2B) saat importir tertarik pada mutu produk tersebut.

“Yang membeli itu bisa jadi sebenarnya importir. Yang membeli importir kemudian tahu produknya bagus, nanti komunikasi akhirnya bisa ekspor,” ujar Budi.

Terkini