Laba Industri Modal Ventura Rp327.62 Miliar BOPO Capai 94.70 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:42:32 WIB
Ilustrasi Modal Ventura.

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membukukan perolehan laba industri modal ventura sebesar Rp327,62 miliar pada Juni 2026, disertai catatan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) di angka 94,70 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menerangkan bahwa besaran BOPO menjadi tolok ukur efisiensi yang berimbas langsung pada tingkat profitabilitas bisnis.

Agusman menilai skema operasional modal ventura, khususnya Venture Capital Corporation (VCC), membuat pendapatan komersialnya tidak mengalir secara rutin setiap bulan.

“Sehingga rasio BOPO perlu dilihat dengan mempertimbangkan karakteristik model bisnis dan kualitas portofolio,” ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK Juli 2026, dikutip pada Kamis (13/8/2026).

Menyikapi hal tersebut, OJK mengimbau jajaran perusahaan modal ventura untuk memperkokoh efisiensi operasional, manajemen risiko, tata kelola, serta penataan portofolio investasi.

Agusman menambahkan, tantangan tech winter masih membayangi industri modal ventura sehingga pelaku VCC cenderung lebih berhati-hati dalam mengucurkan pendanaan.

“Di sisi lain, industri modal ventura mulai melakukan penyesuaian strategi antara lain dengan memperluas kegiatan usaha kepada pasangan usaha dan/atau debitur yang bergerak di sektor riil sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap kondisi pasar,” bebernya.

Guna melengkapi data, OJK mencatat total penyaluran pembiayaan modal ventura hingga semester I-2026 menyentuh Rp16,28 triliun, sementara nilai aset tumbuh 1,32 persen (year on year) menjadi Rp27,56 triliun.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi menilai tingginya rasio BOPO bersumber dari pola bisnis unik industri ini.

Pendapatan hasil investasi tidak bersifat bulanan, sementara biaya operasional rutin terus berjalan dan momen pelepasan investasi (exit) masih terbatas.

Kendati demikian, Heru menggarisbawahi agar pelaku usaha tidak senantiasa berlindung di balik alasan keunikan karakteristik bisnis semata.

Perusahaan modal ventura dituntut makin disiplin memangkas biaya, menaikkan kualitas verifikasi (due diligence), serta berfokus pada investasi bermerek prospektif.

“Digitalisasi proses dan penguatan tata kelola juga menjadi keharusan. Adapun, idealnya BOPO berada di bawah 90%, dan dalam jangka panjang kisaran 70%-80% akan mencerminkan industri yang lebih sehat dan efisien,” sebut Heru.

Terkini