Laba Ternormalisasi EXCL Melesat 4 Kali Lipat pada Semester I 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:12:32 WIB
Ilustrasi Karyawan melayani pelanggan di salah satu gerai XL Center

JAKARTA - PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan lonjakan laba bersih ternormalisasi hingga 4 kali lipat, seiring menyusutnya rugi bersih akibat beban integrasi pascamerger pada semester I-2026.

Merujuk laporan keuangan serta pemaparan earnings call perseroan pada Rabu (12/8/2026), EXCL masih mengantongi rugi bersih konsolidasian sebesar Rp994 miliar pada semester I-2026.

Capaian tersebut mencatatkan perbaikan signifikan dibandingkan dengan rugi bersih pada periode semester I-2025 yang sempat menyentuh angka Rp1,2 triliun.

Namun, tanpa memperhitungkan dampak biaya integrasi, percepatan depresiasi pascamerger, dan penurunan nilai aset (impairment), laba bersih ternormalisasi EXCL sepanjang paruh pertama tahun ini melonjak ke level Rp2,7 triliun dari posisi Rp693 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Secara triwulanan, perseroan membukukan rugi bersih senilai Rp277 miliar pada kuartal II-2026, membaik dibanding rugi bersih kuartal II-2025 sebesar Rp1,6 triliun dan rugi kuartal I-2026 yang sebesar Rp717 miliar.

Sementara itu, perolehan laba bersih ternormalisasi perseroan sanggup menyentuh Rp1,3 triliun pada kuartal kedua tahun ini.

Laporan riset Stockbit Sekuritas mengungkapkan bahwa pemulihan kinerja EXCL ditopang oleh pertumbuhan omzet, tren stabilnya rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU), serta perluasan basis pelanggan yang terkonsolidasi.

Pada periode yang sama, tekanan beban yang berkaitan dengan proses integrasi dan percepatan depresiasi aset dinilai mulai mereda secara bertahap.

“Ke depan, stabilnya basis pelanggan dan tren kenaikan ARPU, ditambah berkurangnya beban integrasi dan percepatan depresiasi, akan menjadi pendorong utama peningkatan laba,” tulis Stockbit dikutip, Kamis (13/8/2026).

Melihat tren penurunan rugi bersih yang konsisten secara kuartalan, Stockbit menilai EXCL berpeluang besar mencatatkan total rugi bersih tahun 2026 yang lebih rendah dibanding estimasi konsensus.

Dari sisi operasional, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) EXCL pada kuartal II-2026 tumbuh 24 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi kisaran Rp5,5 triliun.

Kenaikan tersebut mengerek total akumulasi EBITDA semester I-2026 naik 25 persen YoY hingga menyentuh Rp11 triliun, dengan margin EBITDA yang terjaga aman pada level 45,7 persen.

Pertumbuhan kinerja operasional EXCL ini disokong oleh peningkatkan pendapatan pascamerger yang mencapai Rp12,2 triliun atau naik 16 persen YoY.

Secara kumulatif, total pendapatan EXCL sepanjang semester I-2026 berhasil menembus Rp24 triliun, melonjak 26 persen YoY sekaligus memenuhi 52 persen dari target estimasi konsensus 2026.

Stockbit turut memaparkan bahwa manajemen EXCL mengambil keputusan untuk merevisi naik panduan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2026 dari semula Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.

Langkah penyesuaian tersebut dieksekusi demi mengakomodasi akuisisi spektrum frekuensi terbaru serta mempercepat realisasi capex yang awalnya dirancang untuk tahun depan.

Terkini