Transparansi Program MBG, BGN Siapkan Portal Pengawasan Radar MBG

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:37:01 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (FOTO: KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI APPSI]

JAKARTA - Portal Radar MBG disiapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) guna memberikan ruang bagi masyarakat untuk memantau jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dari sisi sajian menu, sebagai langkah mewujudkan transparansi dan membuka partisipasi publik.

Sudaryono selaku Kepala BGN menyampaikan bahwa keberadaan Radar MBG difungsikan untuk mempermudah akses informasi bagi publik, khususnya para orang tua murid serta pihak yang terlibat langsung dalam agenda MBG di lingkup sekolah.

"Kami sudah menyiapkan portal, dimana masyarakat, khususnya orang tua, guru, kepala sekolah, kepala daerah, kemudian dinas, itu bisa ikut mengawasi," ujar Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Lewat portal Radar MBG, ia menambahkan, publik dapat melihat data sekolah penerima bantuan, jenis menu yang dibagikan, nilai gizi, rupa makanan dalam bentuk foto, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas memasaknya.

Data tersebut dihadirkan agar gambaran pelaksanaan MBG di lapangan menjadi lebih menyeluruh.

"Orang tua itu ingin tahu anak yang di sekolahnya mendapatkan MBG, hari ini menunya apa. Maka, kami sudah menyiapkan portal. Di sana bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya seperti apa, dan dari SPPG mana, itu bisa dicek melalui Radar MBG," ucap Sudaryono.

Ia menilai keterbukaan data ini bukan sebatas konsumsi publikasi semata, melainkan menjadi alat dalam memperkuat pemantauan secara kolektif.

Kehadiran informasi digital tersebut, jelas dia, membuat masyarakat, instansi sekolah, pemerintah daerah, hingga dinas terkait dapat memantau sekaligus memberikan koreksi jika ada area pelaksanaan MBG yang mesti dibenahi.

Di sisi lain, BGN konsisten menggenjot kepatuhan laporan berbasis digital bagi tiap SPPG, termasuk sewaktu tahapan memasak. Hingga kini, kurang lebih 85 persen SPPG telah mengunggah laporannya secara digital.

Nantinya BGN akan mengarahkan seluruh dapur penyedia MBG untuk menyetorkan laporan produksi secara rutin agar isi yang tersaji di Radar MBG makin lengkap.

"Kalau nanti dibuka tetapi gambarnya belum muncul, itu artinya SPPG belum melaporkan atau memfoto. Kami sedang meningkatkan dan mewajibkan semua dapur secara digital melaporkan proses produksi," tutur Sudaryono.

Sudaryono menyatakan keterlibatan publik melalui portal Radar MBG diharapkan tidak berhenti pada pemantauan data saja, tetapi turut menjadi bagian dari proses penyempurnaan yang berkelanjutan.

BGN bertekad menjaga agar program ini terus membaik, baik dalam hal mutu sajian, variasi menu, kecukupan gizi, hingga performa pelayanan bagi para penerima manfaat.

Terkini