Sukses Benahi BUMN, Pimpinan Danantara Dijanjikan Bintang Kehormatan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:03:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi serta penghargaan khusus kepada jajaran pimpinan dan seluruh tim Danantara Indonesia atas dedikasi kerja serta kontribusi nyata mereka dalam melakukan upaya pembenahan sekaligus transformasi menyeluruh terhadap sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Prabowo menilai bahwa ragam langkah pembenahan yang telah dieksekusi sejauh ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja operasional sejumlah BUMN. Ia pun menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Danantara yang dianggap berhasil mendorong efisiensi serta mendongkrak keuntungan perusahaan negara secara konsisten.

"Jadi saudara-saudara sekalian, saya memberikan penghargaan khusus bagi pimpinan Danantara dan seluruh timnya, seluruh jaringannya," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ia memberikan contoh nyata mengenai pembenahan di sektor pertambangan timah. Pada pengujung tahun 2025, pihak pemerintah mengambil kebijakan tegas dengan menutup sekitar 1.000 titik tambang timah ilegal di wilayah Bangka Belitung. Prabowo kemudian memberikan instruksi kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengusut tuntas keberadaan aktivitas tambang ilegal tersebut.

Menurut pandangan Prabowo, penertiban tambang ilegal tersebut turut memberikan dampak positif terhadap performa PT Timah. Terbukti, pada periode enam bulan pertama tahun 2026, laba keuntungan bersih PT Timah tercatat meningkat hingga 804,7 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, valuasi PT Timah per Agustus 2026 diketahui meningkat sebesar 280 persen dibandingkan dengan catatan pada Agustus 2025.

Prabowo mengungkapkan bahwa upaya pembenahan BUMN dilakukan secara masif dan besar-besaran. Dalam enam bulan pertama tahun 2026, laba bersih PT Semen Indonesia meningkat 408,9 persen, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, serta PTPN 54,4 persen.

Di sektor industri penerbangan, Garuda Indonesia juga disebut telah sukses mereaktivasi kembali pesawat-pesawat yang sebelumnya berstatus grounded. Hingga Juni 2026, sebanyak 20 unit pesawat berhasil direaktivasi, sehingga total keseluruhan armada yang kembali beroperasi kini mencapai 104 unit.

Di samping itu, angka keuntungan BUMN pada tahun 2024 telah dikoreksi menjadi senilai Rp186 triliun, dengan total dividen yang disetorkan mencapai Rp85,5 triliun.

Pada tahun 2025, keuntungan BUMN mengalami peningkatan menjadi Rp326 triliun atau naik 75,3 persen, sedangkan dividen yang disetorkan mencapai Rp142,3 triliun atau meningkat 67 persen.

Ia menyebutkan jika memperhitungkan besaran penanaman modal negara (PMN) yang diberikan melalui APBN, dividen BUMN secara neto tercatat meningkat dari angka Rp53 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp138 triliun pada tahun 2025, atau melonjak sebesar 160 persen.

Untuk tahun 2026, dividen BUMN diproyeksikan bakal kembali meningkat hingga mencapai angka Rp200 triliun tanpa tambahan PMN. Dengan demikian, secara neto, kontribusi dividen BUMN diestimasikan meningkat hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2024.

Prabowo mengatakan bahwa keuntungan BUMN tersebut kini diarahkan untuk mempercepat agenda hilirisasi nasional. Bekerja sama dengan Danantara, pihak pemerintah telah melaksanakan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek lainnya pada 29 April 2026.

Ragam proyek tersebut, di antaranya mencakup pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pembangunan smelter alumina menjadi aluminium. Berbagai proyek strategis itu diyakini berpotensi menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Selain fokus pada hilirisasi, pihak pemerintah juga terus mendorong strategi upstreaming dengan memanfaatkan keuntungan BUMN untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik di kancah dunia. Langkah tersebut ditujukan untuk menyerap alih teknologi, manajemen, serta akses pasar global yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Terkini