Kinerja Keuangan Pupuk Indonesia Naik Pesat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:34:01 WIB
Petani padi melakukan pemupukan di lahan sawahnya [FOTO: NET].

JAKARTA - Klaim Presiden Prabowo Subianto bahwa laba PT Pupuk Indonesia (Persero) melonjak 252,8% pada 2026 selaras dengan laporan keuangan perseroan. Hingga semester I/2026, laba bersih Pupuk Indonesia tercatat Rp8,51 triliun, meningkat dari Rp2,41 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam pidato kenegaraan 2026 di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI, Prabowo menyatakan bahwa keuntungan perusahaan pelat merah tersebut naik 252,8%. "Dan pada saat yang bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara BUMN, keuntungannya naik 252,8%. harga pupuk turun, volume tambah, tapi keuntungan bagi PT Pupuk Indonesia naik 252,8%," ujar Prabowo di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Berdasarkan data keuangan periode Januari hingga Juni 2026, pertumbuhan laba bersih tersebut mencapai sekitar 253%, sehingga angka yang disebutkan Prabowo konsisten dengan data perseroan. Lonjakan laba ini juga didampingi oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp59,67 triliun pada semester I/2026, naik 51% dari Rp39,64 triliun pada periode sebelumnya.

Sementara itu, EBITDA perseroan melonjak 140% menjadi Rp14,28 triliun. Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa peningkatan kinerja ini bersumber dari pertumbuhan volume produksi serta efisiensi biaya operasional. Perusahaan juga melakukan diversifikasi pendapatan melalui penguatan segmen non-subsidi dan produk non-pupuk, serta memperluas pasokan bahan baku guna meredam volatilitas harga komoditas global.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengungkapkan bahwa efisiensi operasional dan disiplin biaya merupakan bagian dari transformasi bisnis perseroan. "Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan. 

Dengan fondasi keuangan yang semakin kuat, kami optimistis pertumbuhan ini berkelanjutan, bukan hanya untuk kinerja perusahaan, tapi juga untuk kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional," tutur Rahmad dalam keterangan resmi.

Dari aspek kapasitas, Pupuk Indonesia mampu memproduksi hingga 14,8 juta ton pupuk per tahun. Pada 2026, target produksi urea dipatok mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik diperkirakan berada di angka 6,3 juta ton.

Terkini