Mal Sira Village Hadirkan Ruang bagi Produk IKM Lokal Bali

Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:27:32 WIB
Masyarakat mengunjungi gerai IKM produk lokal Bali di mal Sira Village KEK Kura Kura Bali di Denpasar [FOTO: NET].

JAKARTA -Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menghadirkan ruang khusus bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) lokal agar mampu bersaing sejajar dengan berbagai industri global di pusat perbelanjaan berstandar internasional perdana mereka, yakni Sira Village Grand Outlet Bali.

"Kehadiran beragam produk kriya, busana lokal, sabun organik, hingga kerajinan perak membuktikan kualitas karya perajin Bali yang berdaya saing tinggi," kata Presiden Komisaris KEK Kura Kura Bali sekaligus Presiden Direktur Sira Village Grand Outlet Bali Tantowi Yahya di Denpasar, Bali, Jumat (14/8/2026).

Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru tersebut memastikan bahwa pihaknya membuka pintu seluas-luasnya guna menjalin kolaborasi dengan pelaku IKM, terlebih lagi bagi IKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali yang telah melewati proses kurasi ketat.

Deretan jenama lokal pilihan yang telah terkurasi dengan baik, seperti Sunaka Jewelry, Darmawan Silver, Kahyangan Jewelry, Ipong Design, Ipong Art, Basudewa, Kembang Sari Batik Painting, hingga Phalam, mendapatkan kesempatan emas untuk memamerkan produk unggulan mereka.

Tantowi mengemukakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari terobosan strategi baru guna mengenalkan produk lokal ke kancah global, di mana upaya pemasaran internasional kini tidak lagi harus menunggu keikutsertaan dalam pameran di luar negeri, melainkan bisa dilakukan langsung dengan mendekatkan para pelancong asing ke etalase kreatif di KEK Kura Kura Bali, Serangan.

Di samping itu, kehadiran beraneka produk lokal terkurasi ini justru semakin memperkaya daya tarik outlet bagi para wisatawan yang tengah memburu pengalaman belanja yang otentik.

Produk-produk IKM tersebut terbukti mampu memperluas variasi pilihan belanja bagi para pelancong yang berkunjung ke Pulau Dewata. Dengan memadukan unsur budaya lokal serta penerapan prinsip ramah lingkungan, kerja sama ini diyakini mampu memperkuat status Bali sebagai destinasi pariwisata global yang senantiasa berakar kuat pada identitas dan komunitas asalnya.

"Ini kolaborasi, kami memberikan ruang bagi produk IKM Bali agar karya lokal kami yang karena keunikannya, karakternya yang khas, juga tentu kualitasnya, semakin dikenal dunia," ujar Tantowi.

Integrasi para pelaku IKM ke dalam area pusat perbelanjaan modern ini juga menjadi komponen penting dari misi pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya menggerakkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan visi utama kawasan.

Menurutnya, keterlibatan sejumlah IKM di bawah binaan Dekranasda Bali ini merefleksikan bentuk komitmen nyata dalam merintis ekosistem bisnis yang bersifat inklusif serta berkelanjutan.

"Sejak awal, kami ingin Sira Village bukan hanya sekadar tempat belanja, tetapi juga ruang tumbuh bersama bagi komunitas lokal, semoga terus bisa memberi dampak baik bagi masyarakat sekitar," kata dia.

Sementara itu, Supervisor E-commerce dan Exhibition Sunaka Jewelry, I Komang Kartika, yang mewakili salah satu IKM partisipan di mal tersebut, menyampaikan rasa bahagianya karena pintu kesempatan untuk memasarkan produk terbuka lebar tanpa harus repot mengajukan permohonan terlebih dahulu.

"Ini bahkan kami tidak perlu mengajukan diri dulu, langsung diajak sama tim Sira Village, bagi IKM yang selama ini susah masuk mal-mal besar, ini kesempatan langsung buka jalan, sekaligus jadi cara kami membuktikan produk lokal tidak kalah sama brand-brand sekelasnya," ucap Kartika.

Tingginya antusiasme pengunjung terhadap ragam produk IKM di tempat ini turut dirasakan secara langsung oleh para pelaku usaha yang bersangkutan.

Sejak awal dibuka, area tersebut terpantau cukup ramai dikunjungi oleh para pelancong, utamanya wisatawan mancanegara yang berburu cendera mata khas Bali.

"Paling ramai di akhir pekan, wisatawan lokalnya juga ada paling perbandingannya itu 60 persen wisatawan mancanegara, 40 persen wisatawan domestik. Jadi, memang kebanyakan orang-orang luar cari hadiah untuk yang memang tidak ada di negaranya," ujar Kartika.

Salah satu wisatawan mancanegara yang berasal dari Uni Emirat Arab, Fabio Scala, turut membagikan kesan positifnya, di mana ia mengaku sangat takjub dengan konsep kurasi produk IKM yang disajikan.

Berdasarkan pandangannya, karya-karya seni lokal asal Bali memiliki nilai keaslian tersendiri yang tidak mungkin bisa ditiru atau digantikan oleh jenama global mana pun.

"Ini adalah pusat perbelanjaan dengan kurasi terbaik yang pernah saya lihat di Bali, di dunia yang makin moderen dengan merek-merek yang sama di mana-mana, produk lokal di sini justru menawarkan sesuatu yang unik, buatan tangan, dan dikerjakan dengan detail kerajinan yang luar biasa, sangat impresif melihat bagaimana perhiasan, kain, hingga sabun alami lokal ditampilkan dengan sangat baik," ujar Fabio.

Terkini